Category Archives: Game

Review Cyberpunk 2077, Dimenangkan oleh Narasi dan Rangkaian Misi yang Menantang

GAMEFINITY.ID, Jakarta – Obsesi CD Projekt Red menciptakan game yang memiliki dunianya sendiri tercermin dari game action RPG terbarunya, Cyberpunk 2077. Melalui Cyberpunk 2077, CDPR mengajak para gamer masuk ke petualangan futuristik di Night City, dengan sejumlah aksi dan gameplay yang menarik untuk dijalankan.

Sebagai pengalaman naratif, 2077 tidak diragukan lagi adalah salah satu video game paling imersif, yang mengaburkan antara batasan dunia nyata dengan dunia digital. Dengan demikian para gamer bisa merasakan pengalaman yang mirip dengan dunia nyata. Game yang diklaim memiliki 50+ jam bermain itu memiliki cerita utama yang enak untuk dinikmati, begitu pula dengan sejumlah misi “sampingan” yang juga kuat layaknya cerita utamanya. Setiap misi menawarkan alternatif yang bercabang, melalui lanskap kota Night City yang futuristik.

GAMEFINITY.ID mendapatkan kesempatan untuk memainkan game ini untuk versi PC. Meski banyak memiliki kendala bug dan glitch, secara keseluruhan kami cukup puas dengan Cyberpunk 2077.  Perlu juga dicatat bahwa kami meninjau game ini dengan PC yang telah memenuhi requirement dari game (bukan minimum). Kami sendiri mengatur setting display sebagian besar di level high, dengan mematikan ray tracing guna menghilangkan bug “pohon rimba” di Night City.

Gameplay (9/10)

Cyberpunk 2077/PC/Thomas Rizal/Gamefinity.id

Misi kampanye game yang menantang, dimainkan sepenuhnya dalam tampilan orang pertama (first person) menawarkan perjalanan mengasyikkan melalui kisah fiksi ilmiah dengan tema menarik dan karakter yang menyenangkan. Latar sandbox Night City yang bergaya dan menawan, menghadirkan paket yang sangat mengesankan layaknya menyaksikan film blockbuster sinematik.

Saat pemain pertama kali memulai permainan, mereka ditugaskan untuk membuat karakter bernama “V”. Kemudian menyetel statistik karakter awal, sebelum memilih di antara salah satu dari tiga jalur kehidupan (life path): Nomad, Street Kid atau Corporate. Penjelasannya sudah sempat kami jabarkan pada tulisan sebelumnya.

Kisah latar yang gamer pilih akan menentukan misi prolog dan opsi dialog yang akan dimiliki setelahnya. Tetapi apapun pilihanmya, gamer akan berkenalan dengan Jackie Wells, yang menjadi sekutu utama dan memperkenalkan pemain ke dunia kriminal di Night City.

Cyberpunk 2077/PC/Thomas Rizal/Gamefinity.id

Dari sini, narasi akan lebih dalam terurai, melibatkan konspirasi perusahaan dan kekacauan moral. Disampaikan melalui set-piece spektakuler, lingkungan yang menakjubkan, dan beberapa pertunjukan yang benar-benar mengesankan dari pemeran karakter tambahan Cyberpunk 2077. Bisa dibilang, narasi yang mendalam dan mengalir dari gameplay Cyberpunk 2077 adalah poin keunggulan dari game ini.

Sejak awal permainan, pemain bebas untuk menjelajahi Night City, kota megalopolis futuristik yang didominasi oleh perusahaan besar. Sepanjang permainan, V akan mendapat panggilan telepon dan pesan teks yang sering, yang memberikan pemain pasokan misi untuk dijalani.

Prolog game ini berlangsung beberapa jam sebelum dunia benar-benar terbuka, dan “hantu” digital Johnny Silverhand (dibintangi aktor kenamaan Keanu Reeves) akan tertanam dalam kepala pemain. Terdapat satu misi pula dimana pemain menjalankan karakter Silverhand, yang harus diakui menjadi daya tarik dari game ini mengingat nama besar dari Keanu Reeves. Sebelum dan sesudahnya, misi Cyberpunk 2077 secara mengejutkan terasa hangat, dengan penampilan karakternya yang benar-benar meningkatkan kenikmatan di setiap misi.

Bisa dibilang 2077 adalah RPG berbasis cerita (story based) ketimbang game action (action based), yang tentunya akan lebih difavoritkan pemain yang memang menikmati game dari sisi naratif. Dibandingkan dengan game serupa seperti Fallout atau Deus Ex: Human Revolution, percakapan Cyberpunk terasa jauh lebih mengasyikkan dan hidup, dengan karakter yang menavigasi dan berinteraksi dengan pemandangan. Ada ketegangan, emosi, dan kehidupan yang membuat interaksi dengan NPC benar-benar menyenangkan meskipun biasanya berakhir dengan misi yang sulit.

Grafik (8/10)

Tiada gading yang tak retak. Meski CDPR jelas-jelas terobsesi dalam mengembangkan game ini, faktanya saat rilis game ini dipenuhi bug dan glitch yang hampir pasti akan ditemui jika gamer memilih untuk memainkannya sejak peluncuran game. Selama permainan, kami secara teratur menemukan pemandangan mengambang (seperti pohon yang seolah-olah menembus gedung), elemen UI yang macet, karakter teleportasi dan gangguan audio.

Apakah ini cukup untuk merusak pengalaman bermain kemungkinan akan berbeda dari sudut pandang masing-masing pemain. Kami sendiri merasa hal ini tidak merusak permainan pada umumnya, meski tentu saja kami berharap tidak berpapasan dengan bug maupun glitch. Toh belum tentu juga, apabila kemarin CDPR kembali menunda peluncuran Cyberpunk 2077 (yang sudah tertunda sebanyak tiga kali), game ini akan menjadi permainan yang lebih baik.

Walau demikian, harus diakui game ini memang menggunakan tekstur detail yang menyerupai realita. Menggunakan REDengine 4 yang merupakan pengembangan dari engine milik CD Red Projekt, Kota Night City berhasil digambarkan sebagai kota metropolis futuristik, dengan jalan-jalan yang ramai, siaran televisi, dan distrik yang berbeda menciptakan ilusi tempat yang nyata. Meskipun tidak sekuat game open world lainnya, peta 2077 masih memiliki ukuran yang signifikan. Namun kepadatan gedung dan gang Night City yang paling mengesankan, dengan blok apartemen, pasar, dan kantor perusahaan yang berjejer satu sama lain.

Kontrol (8.5/10)

Secara umum, control mapping dari Cyberpunk 2077 memang tidak berbeda dengan game open world lainnya seperti Grand Theft Auto, semacam lari menggunakan shift kiri, lompat menggunakan spasi, hingga masuk mobil menggunakan F. Untuk menguasai kontrol dari game juga tidak terlalu sulit, mengingat di setiap mode dari game, baik itu combat, stealth hingga analisa melalui Braindance, selalu akan ada tutorial terlebih dahulu dan legenda sebagai pengingat tombol.

Pemain bisa menghabiskan waktu berjam-jam tanpa mengangkat senjata dan bahkan sebenarnya lebih baik tidak melibatkan mereka sama sekali. Menyelinap ke kantor pusat perusahaan hanya menggunakan kecerdasan, atau mengajak salah satu mantan pacar Silverhand berkencan ke bioskop drive-through Night City yang terlantar adalah keasyikan tersendiri ketimbang baku tembak.

Cyberpunk 2077 juga memperkenalkan fitur detektifnya sendiri, yang disebut rangkaian pengeditan Braindance, yang mengajak pemain meninjau peristiwa penting yang ditangkap oleh implan. Pengalaman ini serupa dengan yang didapatkan di Batman Arkham Knight, ya mungkin saja Batman memang menggunakan teknologi dari tahun 2077 (meski Batman tidak menggunakan implan) dalam memberantas kejahatan.

Dan ketika senapan dan pistol memang benar-benar harus dikeluarkan, pertempuran berlangsung lambat dan metodis, seringkali membutuhkan stealth dan peretasan untuk berhasil memenangkannya. Bahkan terkadang harus menggunakan jurus “1.000 langkah” alias melarikan diri dari pertempuran yang terlalu sulit untuk dimenangkan. Di sini pertempuran mungkin tidak terasa sama integralnya dengan pengalaman seperti dalam game Deus Ex atau Fallout.

CD Projekt telah menerapkan sistem kelas yang pada dasarnya memungkinkan pemain menetapkan poin ke salah satu dari lima statistik inti (Body, Reflexes, Intelligence, Technical Ability, dan Cool). Hal ini menghasilkan build yang benar-benar khusus yang disesuaikan dengan gaya bermain gamer, apakah seorang yang mau bertempur jarak dekat, atau seorang yang mengandalkan otak dengan memaksimalkan stealth dan keterampilan meretas.

Adiktif (8/10)

Pengalaman naratif sangat menjadi bintang tahun 2077 dan sangat menyenangkan karena dapat dicerna bahkan oleh pemain yang mungkin biasanya tidak memiliki waktu atau kesabaran untuk game open world. Terkait hal terakhir ini, 2077 memiliki tombol skip yang memungkinkan pemain untuk maju cepat melalui dialog atau perjalanan penumpang. Main campaign dari game lebih pendek dari misi sampingannya, kurang lebih 20 jam. Jadi jika CDPR mengklaim game ini memiliki waktu permainan 50+ jam, maka memang misi sampingannya atau eksplorasi dari game (replay, penelusuran lanjutan) memiliki durasi lebih lama dari main campaign.

Seperti halnya dengan The Witcher 3, misi opsional Cyberpunk juga menawarkan variasi yang menyenangkan dan beberapa pengalaman naratif yang menonjol, yang berpengaruh dalam cerita utama. Pemain dapat memilih untuk menjelajahi masa lalu Johnny Silverhand, melanjutkan cerita yang disusun oleh karakter pendukung lainnya, atau menggali lebih dalam tentang brain dancing dan pengetahuan lain dari game.

Di sinilah Cyberpunk 2077 terasa orisinil ketimbang rival genre-nya, dengan beberapa cerita paling berkesan dan unik yang pernah kami lihat dalam jenis game ini. Gamer dapat merasakan bahwa tim penulis dan desain CD Projekt Red diberi otonomi nyata untuk membuat konten ini, dan ini terlihat dalam kualitas produk akhir.

Kesimpulan

Jika tanpa kendala bug dan glitch, Cyberpunk 2077 tak diragukan lagi menjadi pengalaman yang tidak dapat dilewatkan bagi penggemar game yang berfokus pada cerita. Namun sekali lagi, sulit bagi kami untuk menampik rasa gusar akibat bug di versi rilisnya. Menurut pemberitaan, versi konsol generasi terkini (PS4 dan Xbox One) memang mengecewakan, sehingga ada baiknya jika pemilik Xbox One dan PS4 menunggu patch dari game sebelum membelinya.

Apabila gamer sudah memiliki banyak game untuk dimainkan selama periode liburan Natal ini, mungkin memang ada baiknya pertimbangkan untuk menunda perjalanan ke Night City hingga patch lebih lanjut yang direncanakan Januari dan Februari 2021. Meskipun demikian, jika gamer dapat mengabaikan banyak gangguan grafis, Cyberpunk 2077 merupakan pengalaman yang luar biasa. Dengan patch lebih lanjut, game ini rasanya memang tidak boleh dilewatkan.

Cyberpunk 2077 bisa dikatakan ialah salah satu game paling berkesan yang bisa gamer mainkan tahun ini. Pemain bisa merasakan beberapa alternatif dari petualangan yang membuat game ini memang tidak cukup apabila hanya dimainkan sekali. GAMEFINITY.ID memberikan total skor review 8.4 dari 10 untuk game garapan Insomniac ini.(zal)

Bocoran Koleksi Skin Saitama dan Genos, Kolaborasi Free Fire dan One Punch Man

GAMEFINITY.ID, Jakarta – Free Fire sebagai game battle-royale yang sedang digandrungi berusaha selalu menghadirkan kolaborasi unik untuk para pemainnya. Game ini sedang populer di pasar game mobile dan sebagian dari kesuksesan ini disebabkan oleh variasi konten yang disediakan pengembang kepada pemainnya. Setelah sukses memulai musim “Operation Chrono”, Free Fire sudah siap dengan kolaborasi baru dengan One Punch Man.

Bocoran terbaru mengungkap Free Fire bakal berkolaborasi dengan serial anime One Punch Man dan menghadirkan beberapa elemennya ke dalam game. Seorang pengguna reddit memposting klip yang menampilkan emote protagonis anime ini melakukan beberapa gerakan khasnya. Postingan ini memunculkan perbincangan tentang kemungkinan kolaborasi antara Free Fire dan One Punch Man.

Bocoran baru bermunculan di media sosial untuk mendukung klaim tersebut. FF Dataminer baru-baru ini memposting beberapa bocoran yang menunjukkan karakter utama dan sahabat karibnya itu diperkenalkan di Free Fire dalam beberapa bentuk skin atau karakter.

Karakter utama One Punch Man, Saitama menjadi protagonis serial yang memiliki gerakan khas mengakhiri setiap pertarungannya dengan satu pukulan. Bundel atau skin Saitama kemungkinan akan segera ditambahkan ke dalam game. Ini tersedia dalam dua bentuk; satu dengan kostum ikonik dan yang kedua dengan piyamanya.

Sementara Genos, murid dan sahabat Saitama juga kemungkinan bakal muncul dari hasil kolaborasi ini. Bocoran dari karakter setengah manusia-setengah cyborg dari anime itu memunculkan spekulasi akan ada Bundel Genos di Free Fire.

Game terbitan Garena itu memang menyusun beberapa kolaborasi yang cukup luar biasa berturut-turut. Baru-baru ini mereka mengumumkan kerjasama kemitraan dengan mega bintang sepak bola Cristiano Ronaldo, untuk karakter Chrono dan skin CR7 dalam game.

Tak Semua Gamers Dapatkan Refund Cyberpunk 2077 dari PlayStation dan Xbox

GAMEFINITY.ID, Jakarta – Beberapa permintaan pengembalian dana (refund) Cyberpunk 2077 dilaporkan ditolak oleh PlayStation dan Xbox, meskipun pengembang CD Projekt Red menyatakan pada hari Senin (14/12/2020) bahwa gamers yang kecewa bisa mendapatkan uang mereka kembali. Setelah dirilis pada 10 Desember, kinerja Cyberpunk 2077 pada konsol dasar PS4 dan Xbox One telah banyak dikritik oleh penggemar dan media, dengan analisis Digital Foundry menyebut kinerja game “tidak dapat diterima”.

Laporan muncul pada akhir pekan bahwa beberapa gamers yang tidak senang dengan produk tersebut telah berhasil mengklaim pengembalian uang PS4 atas dasar bahwa game tersebut rusak dalam keadaannya saat ini. Namun, gamers lainnya mengatakan mereka tidak berhasil mendapatkan uang mereka kembali, lantaran telah memainkan game tersebut. judul.

Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada hari Senin, pengembang CD Projekt Red mengakui “seharusnya lebih memperhatikan” untuk meningkatkan kinerja game di konsol generasi terakhir tersebut. CDPR berjanji untuk meningkatkan pengalaman keseluruhan melalui update mendatang yang rencananya dirilis pada Januari dan Februari.

“Kami akan sangat menghargai jika Anda memberi kami kesempatan, tetapi jika Anda tidak senang dengan game di konsol Anda dan tidak ingin menunggu pembaruan, Anda dapat memilih untuk mengembalikan copy Anda. Untuk salinan yang dibeli secara digital, silakan gunakan sistem pengembalian dana PSN atau Xbox masing-masing.”

Beberapa pengguna melaporkan permintaan pengembalian dana mereka ditolak oleh PlayStation dan Xbox. Dalam beberapa kasus, saat pengguna mulai bermain game, perwakilan dukungan PlayStation telah menyarankan agar mereka menunggu update game tersebut yang direncanakan akan dirilis CDPR.

Sony memperkenalkan kebijakan pengembalian dana PlayStation Store baru tahun lalu yang memberi pengguna 14 hari untuk membatalkan pembelian digital PS4. Persyaratan mencakup konten preorder, serta game yang dirilis dan DLC yang belum mulai diunduh atau di-streaming oleh pemain. Jika pengguna sudah mulai mendownload atau streaming konten yang dibeli, Sony mengatakan bahwa mereka tidak memenuhi syarat untuk pengembalian dana kecuali konten tersebut “rusak”.

Sementara itu, persyaratan pengembalian dana Xbox untuk game digital menyatakan semua penjualan produk game digital dianggap final, kecuali ada beberapa keadaan dengan pertimbangan berbagai faktor seperti waktu sejak tanggal pembelian, waktu sejak rilis, dan penggunaan produk. Dalam sebuah pernyataan, Xbox mengatakan mekanisme refund Cyberpunk 2077 harus memenuhi syarat dan ketentuan yang diberlakukan Xbox.

EA Rebut Codemasters dari Take-Two Senilai Rp17 Triliun

GAMEFINITY.ID, Jakarta – Electronic Arts berhasil merebut developer game racing Dirt dan F1, Codemasters dari tangan Take-Two Interactive yang sebelumnya berniat untuk mengakuisisi developer game tersebut. EA sukses merebut Codemasters dengan menawarkan uang sebesar 1,2 miliar USD atau sekitar Rp17 triliun, mengungguli tawaran Take-Two sebesar US$994 juta atau setara dengan Rp14 triliun.

Dengan keberhasilan mengakuisisi Codemasters, Electronic Arts semakin menguasai pasar game sport dengan menambah developer game bergenre racing. Pengembang game FIFA dan NFL itu sebelumnya juga telah memiliki sejumlah game racing sekelas Need for Speed. Pesaing utama mereka ialah Sony dengan Gran Turismo dan Microsoft dengan Forza, yang memiliki konten eksklusif untuk platform masing-masing.

“Kami percaya ada peluang yang sangat menarik dalam menyatukan Codemasters dan Electronic Arts untuk menciptakan game balap baru yang luar biasa dan inovatif untuk para penggemar. Industri kami sedang berkembang, kategori balap berkembang, dan bersama-sama kita akan diposisikan untuk memimpin di era baru hiburan balap,” kata CEO EA, Andrew Wilson dalam sebuah pernyataan dikutip dari The Verge.

Sekadar informasi, Codemasters adalah salah satu pengembang game Inggris tertua, yang didirikan pada tahun 80-an dan menghasilkan hit seperti Dizzy untuk ZX Spectrum dan Commodore 64. Dalam beberapa dekade terakhir, Codemasters terkenal karena menciptakan balapan game seperti serial Dirt, Grid, dan Formula 1, dan tahun lalu mengakuisisi pengembang di balik Project Cars.

“Electronic Arts dan Codemasters memiliki ambisi bersama untuk memimpin kategori balapan video game. Dewan dari Codemasters sangat yakin bahwa perusahaan akan mendapatkan keuntungan dari pengetahuan, sumber daya, dan skala global EA yang luas, baik secara keseluruhan dan secara khusus dalam sektor balap. Kami merasa persatuan ini akan memberikan masa depan yang menarik dan sejahtera bagi Codemasters, memungkinkan tim kami untuk membuat, meluncurkan, dan melayani game yang lebih besar dan lebih baik kepada audiens yang sangat bersemangat,” kata Chairman Codemasters, Gerhard Florin.

CD Projekt Red Minta Maaf dan Siap Kembalikan Uang Gamers Cyberpunk 2077 PS4 dan Xbox One

GAMEFINITY.ID, Jakarta – CD Projekt Red (CDPR) meminta maaf karena tidak menampilkan Cyberpunk 2077 yang berjalan di konsol generasi terakhir (PlayStation 4 dan Xbox One) sebelum game dirilis. Sang pengembang mengatakan akan melayani ganti rugi dengan mengembalikan uang gamers untuk copy digital dan fisik dari game tersebut.

Dalam pernyataan yang dikeluarkan pada hari Senin (14/12/2020), CD Projekt Red mengakui bahwa mereka “seharusnya lebih memperhatikan” untuk meningkatkan kinerja pada konsol generasi terakhir dan berjanji untuk meningkatkan pengalaman keseluruhan melalui pembaruan di masa mendatang.

Performa Cyberpunk 2077 pada PS4 base dan Xbox One telah dikritik oleh penggemar dan media sejak dirilis minggu lalu, dengan analisis Digital Foundry menyebut kinerja pada konsol dasar PS4 “mengerikan” dan “berantakan”. Pada hari Senin, CD Projekt mengatakan mereka akan merilis pembaruan baru dalam tujuh hari ke depan yang menargetkan bug, kerusakan, dan kinerja.

Setelah Natal, dua patch besar akan dirilis, satu di bulan Januari dan satu lagi di bulan Februari. Pengembang mengklaim bahwa kedua pembaruan ini bakal memperbaiki “masalah paling menonjol” yang dialami pemain di konsol generasi terakhir dan membawa mereka lebih dekat ke pengalaman PC.

“Pertama-tama, kami ingin memulai dengan meminta maaf kepada Anda karena tidak menampilkan game tersebut di konsol generasi terakhir sebelum diluncurkan dan, sebagai akibatnya tidak mengizinkan Anda membuat keputusan yang lebih tepat tentang pembelian Anda. Kami harus lebih memperhatikan untuk membuatnya bermain lebih baik di PlayStation 4 dan Xbox One,” kata perusahaan dalam pernyataan tertulisnya.

CD Projekt mengatakan akan memberi tahu para pemain tentang konten setiap patch sebelum dirilis. Mereka mengakui tidak akan membuat game di generasi terakhir ini terlihat seperti berjalan di PC dengan spesifikasi tinggi atau konsol generasi berikutnya (PS5 dan Xbox Series X/S), tetapi akan mendekati pengalaman tersebut.

Mengenai pengembalian uang, CDPR mengonfirmasi akan gamers yang ingin mendapatkan uang mereka kembali untuk copy digital atau fisik Cyberpunk mereka. Hal ini menjadi bagian dari komitmen CDPR untuk selalu membuat pembeli game puas dengan pembelian mereka.

“Kami akan sangat menghargai jika Anda memberi kami kesempatan, tetapi jika Anda tidak senang dengan game di konsol Anda dan tidak ingin menunggu pembaruan, Anda dapat memilih untuk mengembalikan copy Anda. Untuk salinan yang dibeli secara digital, silakan gunakan sistem pengembalian dana PSN atau Xbox masing-masing.

Pengembang mengatakan email bantuannya akan tersedia selama seminggu hingga 21 Desember 2020.

“Untuk versi fisik, pertama-tama cobalah untuk mendapatkan pengembalian dana di toko tempat Anda membeli game. Jika ini tidak memungkinkan, silakan hubungi kami di helpmerefund@cdprojektred.com dan kami akan melakukan yang terbaik untuk membantu Anda.”

Update Terbaru Cyberpunk Perbaiki Pemicu Epilepsi, Kerusakan, dan Refleksi Konsol

GAMEFINITY.ID, Jakarta – CD Projekt Red telah merilis update terbaru Cyberpunk 2077, yang diklaim telah memperbaiki berbagai masalah di seluruh quest, gameplay, dan kinerja. Pembaruan telah tersedia di PlayStation, PC, dan semua platform. Perubahan paling signifikan pada patch ini adalah modifikasi efek berkedip selama rangkaian otak, yang diklaim bisa memicu penderita epilepsi mengalami kejang.

CD Projekt Red mengatakan bahwa efek telah “dihaluskan” dan kedipan berkurang dalam hal frekuensi dan besarnya. Dalam sebuah postingan di Twitter, jurnalis Game Informer Liana Ruppert mengatakan dia telah bekerja dengan pengembang Cyberpunk untuk menguji animasi baru.

Awal pekan lalu, Liana Ruppert mengatakan dia menderita satu serangan hebat saat bermain Cyberpunk 2077, karena berbagai efek visual dalam game. Hal ini pula yang membuat CD Projekt Red menambahkan peringatan epilepsi di awal Cyberpunk 2077.

Selain itu, patch terbaru Cyberpunk 2077 membuat sejumlah peningkatan visual, termasuk pengurangan pop-in kendaraan dan peningkatan kualitas pantulan di Xbox One dan PS4. Stabilitas umum juga telah ditingkatkan, sementara lagu berhak cipta juga telah dihapus setelah sebelumnya sempat muncul meski gamers mengaktifkan fitur “Nonaktifkan Musik Hak Cipta”.

Performa Cyberpunk 2077 pada PS4 dan Xbox One telah dikritik, dengan analisis Digital Foundry menyebut kinerja pada konsol PS4 “mengerikan” dan “berantakan”. Digital Foundry menemukan bahwa pada PS4 dasar, game open-world yang paling ditunggu-tunggu ini turun ke 15fps dalam beberapa urutan, sedangkan PS4 Pro turun ke level 18fps tetapi mencapai 30fps “lebih sering”.