Category Archives: Teknologi

Berita Terbaru Seputar Teknologi

Valve Targetkan Steam Deck Setidaknya Tembus 30fps

GAMEFINITY.ID, Kota Bandung — Bermain game PC dalam handheld kian menjadi trend yang ramai diperbincangkan komunitas gamer dalam beberapa waktu terakhir. Sebut saja seperti Smach-Z, Aya Neo, bahkan Valve ikut meramaikan dengan mengumumkan Steam Deck yang diyakini sebagai handheld PC yang paling menjanjikan.

Namun, trend ini cukup menimbulkan keraguan dan kontroversi diantara kalangan gamer. Pasalnya dengan keterbatasan hardware dikhawatirkan tidak akan mampu menangani video games yang ada di PC, terutama keluaran next-gen yang membutuhkan spesifikasi lebih tinggi.

Kekhawatiran tersebut kemudian dijawab oleh salah satu coder dari Valve bernama Pierre-Loup Griffais. Dalam akun Twitter-nya dia menerangkan bahwa mereka menargetkan Steam Deck untuk mampu menjalankan video games dalam minimal 30fps untuk memenuhi kategori “playable” dalam handheld PC mereka.

Griffais mengatakan bahwa berbagai video games telah ditest dan memenuhi target tersebut secara konsisten, bahkan melebihinya.  Selain itu, dia juga menjelaskan bahwa Steam Deck memiliki fitur FPS Limiter yang memberi kebebasan bagi pengguna untuk memilih performa atau ketahanan baterai.

Namun sayangnya, Griffais belum menerangkan secara spesifik tentang judul video games yang telah ditest dan memenuhi ekspektasi sebagai video games yang “playable”.

Apa anda minat untuk membeli handheld PC besutan Valve ini? Jika anda tertarik, sepertinya anda perlu bersabar terlebih dahulu karena Valve belum memiliki rencana untuk memasarkan Steam Deck di wilayah Indonesia. Anda bisa cek informasi mengenai Steam Deck lebih lanjut melalui website resmi mereka disini.

Bahaya, Game New World Bisa Bikin GPU Kalian Rusak!

GAMEFINITY.ID, Denpasar – New World baru saja merilis closed beta-nya ke publik pada tanggal 20 Juli 2021 kemarin. Banyak orang yang berbondong bondong mencoba closed beta test ini mengingat New World ini merupakan game AAA besutan dari Amazon. Beberapa saat kemudian beberapa orang mulai mengeluhkan masalah mereka di game ini.

Tidak main main, yang dipermasalahkan bukanlah sebuah bug di software melainkan kerusakan GPU mereka setelah bermain game ini beberapa jam. Tidak hanya satu orang saja yang mengalami ini, tapi lebih dari 3 orang dalam waktu yang sangat berdekatan, kejadiannya tepat setelah mereka mencoba memainkan closed beta test game New World, dan menggunakan GPU yang sama yakni Nvidia RTX 3090.

Lebih spesifiknya, yang mengalami kerusakan ini kebanyakan dari EVGA RTX 3090 FTW3 tapi walaupun begitu ada kemungkinan ini akan terjadi pada Nvidia RTX 3090 lainnya dan Nvidia RTX 3080Ti (mengingat perbedaan performa antara RTX 3090 dan 3080TI berkisar 5%-15%) lalu bagi para pengguna RTX 3080 dan RTX 3080Ti, mereka mengalami overheat ketika mereka bermain game New World ini, mereka mengatakan bahwa GPU mereka tidak pernah mengalami overheat di game lain kecuali di New World.

Sebagai pengingat kembali, sekitar awal awal perilisan RTX 30 series, banyak juga yang melaporkan bahwa PSU yang mereka gunakan tidak sanggup untuk menjalankan RTX 30 series ini (lebih spesifiknya RTX 3090). Usut punya usut biang keroknya ada pada chip Ampere itu sendiri (codename chip RTX 30-series) dimana sering terjadi spike powerdraw yang sangat tinggi dalam waktu yang sangat cepat sehingga Nvidia merilis sebuah update driver yang berguna untuk menimalisir spike ini dengan cara menurunkan powerdraw dari semua GPU RTX 30 series.

Hal ini berkaitan dengan kejadian di New World dan “bencana” RTX 30 series di awal perilisan. Sepertinya solusi dari Nvidia tidak selalu efektif di berbagai skenario salah satunya di New World ini karena pada New World ini para pengguna RTX 3090 ini entah kenapa sering mengalami powerdraw yang tinggi pada GPU nya bahkan di game menu walaupun framerate yang di dapat emang tinggi di dalam game maupun di menu.

Amazon memberikan pernyataan pada gamers yang menggunakan RTX 3090, mereka menyatakan bahwa kejadian ini tidak akan dialami oleh kebanyakan orang, meskipun beberapa orang tadi telah menyatakan bahwa GPU mereka rusak karena game ini. Amazon akan memberikan update kedepannya untuk memberikan opsi frame limiter untuk meminimalisir kejadian ini.

Jadi, bagi kalian yang menggunakan RTX 3090 dan ingin memainkan game ini sangat disarankan untuk menghidupkan v-sync kalian dan menggunakan frame limiter ini, karena kejadian ini sangat mencekam bagi yang menggunakan RTX 3090. Ini juga dianjurkan bagi kalian yang menggunakan RTX 30 series lainnya walaupun “belum” ada yang mengalami kerusakan ini selain RTX 3090.

Dimodif Gunakan Baterai Berbahan Nuklir, Gameboy Ini Bisa Menyala Hingga 100 Tahun

GAMEFINITY.ID, Singkawang – Seorang Youtuber membuat eksperimen gila dimana ia menggunakan nuklir sebagai bahan baterai gameboy miliknya.

Youtuber itu adalah Charnas. Dalam channel Youtubenya yang bernama Ian Charnas, ia mencoba membuat baterai gameboy dari nuklir yang bisa digunakan selama bertahun-tahun.

Percobaan luar biasa ini berhasil dan digunakan pada gameboy miliknya. Selain itu, dia mengklaim radiasi yang dihasilkan dari baterai nuklir miliknya ini tidak berbahaya.

Berdasarkan pernyataan pada videonya, baterai yang ia buat terdiri dari 25 tabung tritium kecil dengan diapit dua solar panel di kedua sisinya.

Bagi kalian yang belum tahu, tritium sendiri adalah bentuk radioaktif dari gas hidrogen yang kemudian terurai dan menjadi helium. Hal ini terjadi karena salah satu elemen neutron terpecah dalam tabung tritium lalu menjadi proton dan electron.

Dengan mengapit 25 tabung kecil tritium menggunakan 2 panel surya, Charnas berhasil membuat penemuan yang cukup berguna untuk para gamer serta Charnas mengklaim baterai ini bisa bertahan hingga 100 tahun kedepan.

Diakhir video, Charnas mengatakan radiasi yang dihasilkan oleh baterai nuklir buatannya ini tidak berbahaya. Ia juga menampilkan angka pengetesan radiasi dan ternyata radiasi yang dihasilkan oleh baterai nuklir itu sama dengan radiasi granit.

Rumornya SoC Gaming Samsung Akan Mengalahkan Xbox One

GAMEFINITY.ID, Denpasar – Kita telah mengetahui bahwa Samsung bekerjasama dengan AMD untuk membuat SoC Samsung Exynos kedepannya, yakni Exynos 2200. Tapi bagaimana prakiraan dari performa SoC satu ini?

Ada rumor yang kuat mengatakan bahwa SoC Samsung Exynos 2200 ini akan menggunakan GPU 6 Core RDNA 2 dari AMD. Sebagai perbandingan saja, Steam Deck yang baru saja dirilis beberapa hari lalu dari Valve, menggunakan GPU 8 Core RDNA 2 dari AMD. Performa dari 8 Core RDNA 2 ini tidak main main, Steam Deck mengiklankan bahwa device mereka dapat memainkan game AAA (secara relatif) terbaru yang ada di platform PC seperti game Control .

Jadi seberapa cepat 6 Core RDNA 2 ini nantinya? GPU RDNA 2 dengan konfigurasi terkecil untuk saat ini ada di Steam Deck dengan 8 Core RDNA 2, lalu dikarenakan SoC ini akan digunanakn di ponsel, TDP dari SoC ini juga akan jauh lebih kecil dibandingkan Steam Deck. Prakiraan peforma dari SoC Samsung Exynos 2200 ini ada di sekitar 66-75% dari performa Steam Deck.

Performa ini jauh lebih cepat dibandingkan Nintendo Switch dan bisa dikatakan performa ini diatas dari Xbox One (performa Xbox One sekitar 1.3 TFLOPS). Dapat diekspektasikan SoC Samsung Exynos 2200 dapat memainkan game AAA sekelas AAA console.

Sekarang, misal, SoC Samsung Exynos 2200 ini performanya sesuai dengan ekspektasikan, yang jadi masalah adalah ketersediaan judul game saja yang dapat mengeluarkan seluruh potensi dari SoC tersebut. Ya kali cuma Genshin Impact (setidaknya Genshin Impact masih menjadi game AAA di platform mobile) yang bisa mengeluarkan potensi SoC ini.

Baru Pre Order, Steam Deck Sudah Diburu Para Penimbun

GAMEFINITY.ID, Singkawang – Sebuah perusahaan bernama Valve merilis sebuah handheld konsol bernama Steam Deck. Konsol ini memiliki tampilan mirip dengan Swicth, namun bedanya controller pada Steam Deck tidak bisa dilepas seperti yang ada di Nintendo Switch.

Selain itu, kelebihan yang dimiliki oleh Steam Deck adalah konsol ini bisa memainkan game yang ada di PC, sedangkan Nintendo Switch hanya bisa memainkan game eksklusif yang telah disediakan.

Namun kabar buruknya, konsol fenomenal ini sudah diincar para penimbun di seluruh dunia. Bahkan dikabarkan oleh media luar, stok Steam Deck mulai ghoib karena telah ditimbun untuk dijual kembali.

Pengembang konsol ini sebenarnya sudah memperhitungkan akan adanya para penimbun yang membeli dengan jumlah banyak. Oleh karena itu, mereka menghadirkan fitur Pre Order dan para pembeli harus memiliki akun Steam terlebih dahulu untuk membeli konsol tersebut.

Akan tetapi ternyata banyak orang yang mengaku kesulitan saat melakukan pembayaran dan muncul pesan “something went wrong“. Bahkan server milik Valve dikabarkan sempat down dan harga konsol ini mulai naik.

Parahnya lagi, konsol Steam Deck ini ternyata sudah dijual oleh para penimbun di situs eBay dengan harga yang berkali-kali lipat lebih tinggi dibandingkan dengan harga resminya.

Masalah penimbunan ini cukup meresahkan para gamer, para gamer berharap pihak Valve maupun penimbun tersebut dapat menyelesaikan masalah ini dengan segera.

Valve Umumkan Steam Deck, PC Gaming Portable yang Siap Saingi Nintendo Switch

GAMEFINITY.ID, Purworejo – Valve baru saja mengumumkan Steam Deck, sebuah pc gaming portable yang yang bentuknya mirip Nintendo Switch. Sebelumnya, rumor mengenai perangkat handheld gaming dari Valve memang telah merebak pada Mei yang lalu, dan akhirnya hari ini Valve benar-benar menghadirkannya.

Steam Deck sendiri akan menjalankan game-game dari Steam. Yep, kalian tinggal login akun Steam kalian ke Steam Deck dan game-game yang telah kalian beli sebelumnya di PC bisa kalian mainkan disini.

Tampilan & Spesifikasi dari Steam Deck

Bentuk dari Steam Deck sekilas memang terlihat mirip dengan Nintendo Switch hanya saja hadir dengan dua analog dan touchpad yang sejajar. Tombol ABXY dan D-Pad hadir di pojok atas bersebelahan dengan analognya. Di atas terdapat tombol bumper dan trigger dan di bagian belakang terdepat 4 tombol makro yang dapat dikustomisasi.

Steam Deck

Steam Deck menghadirkan layar touchscreen berukuran 7 inch dengan resolusi 1280×800 16:10 dan refresh rate 60 hz. Selain itu, Steam Deck juga memiliki fitur gyroscope, haptic feedback, sebuah headphone jack, speaker stereo dan mikrofon.

Untuk hardwarenya, Steam Deck ditenagai custom AMD Zen 2 4 core, 8 thread dengan GPU RDNA 2 yang memiliki 8 compute unit (CU) dengan maksimal daya komputasi 1.6 TFlops. Sedangkan untuk RAM, Steam Deck hadir dengan RAM 16 GB LPDDR5. Dengan ini, performa Steam Deck diklaim dapat untuk menjalankan game AAA terbaru dengan lancar.

Steam Deck hadir dengan tiga varian storage dengan varian terendah 64 GB yang masih menggunakan eMMC. Sedangkan untuk varian 256 GB dan 512 GB telah menggunakan SSD NVMe. Namun, Steam Deck masih menghadirkan slot microSD untuk memperluas penyimpanan.

Steam Deck

Dibekali baterai 40 watt-hour, Steam Deck diklaim dapat bertahan 2-8 jam. Batery life nya sangat bergantung dari seberapa intensif game memakan resource yang ada. Sebagai contoh, untuk pemakaian ringan seperti browsing dan bermain game 2D, Steam Deck dapat memaksimalkan batery life-nya hingga 8 jam. Namun untuk memainkan game-game AAA berat mungkin hanya akan bertahan 2-3 jam saja.

Valve juga akan menghadirkan dock terpisah yang dapat digunakan untuk menyambungkannya ke layar eksternal. Namun, kalian tidak harus menggunakan dock ini untuk menyambungkannya ke layar eksternal. Steam Deck sendiri mempunyai port USB-C yang memungkinkan kalian untuk meyambungkannya ke layar eksternal dengan resolusi hingga 8K 60 Hz atau 4K 120 Hz.

Di sisi software, Steam Deck menjalankan sistem operasi Steam OS yang telah didesign khusus untuk perangkat handheld. Walaupun Steam OS berbasis Linux, Valve telah menyematkan sebuah compatibility layer bernama Proton, yang memungkinkan game Windows bisa berjalan di Linux tanpa harus diporting oleh developer.

Steam Deck

Karena pada dasarnya Steam Dock ini adalah sebuah PC berbasis Linux, kalian bisa menghubungkan peripheral seperti mouse, keyboard, controller atau apapun selama masih menggunakan port USB ataupun bluetooth. Selain itu, kalian juga bisa menggunakannya dengan monitor sebagai mini PC selayaknya PC biasa untuk menjalankan software apapun yang ada di PC berbasis Linux.

Kami tidak berpikir orang harus dikunci ke arah tertentu atau perangkat lunak tertentu yang dapat mereka instal, ”kata Lawrence Yang, desainer dari Valve. “Jika Anda membeli Steam Deck, itu adalah PC. Anda dapat menginstal apa pun yang Anda inginkan di dalamnya, Anda dapat memasang periferal apa pun yang Anda inginkan. Mungkin cara yang lebih baik untuk memikirkannya adalah bahwa ini adalah PC kecil dengan pengontrol terpasang sebagai lawan dari konsol game.

Steam Deck

Dilansir dari IGN, kalian yang mau pun bahkan bisa mengganti Steam OS dengan Windows dan menginstal Epic Games Store ataupun Microsoft Store untuk Xbox Game Pass. Tapi kemungkinan hal ini bisa menurunkan performa gamingnya karena Steam OS yang ada memang telah dioptimalkan untuk Steam Deck.

Harga dan Ketersediaan

Steam Deck sendiri akan tersedia mulai Desember 2021 di beberapa wilayah seperti Amerika Serikat, Kanada dan Eropa. Untuk wilayah lainnya akan menyusul pada tahun 2022 mendatang. Untuk harganya, varian 64 GB akan dijual $399 atau sekitar 5,8 juta Rupiah. Sedangkan untuk varian 256 GB dijual $529 atau sekitar 7,6 juta Rupiah dan varian 512 GB dijual $649 atau sekitar 9,4 juta Rupiah