Category Archives: Teknologi

Berita Terbaru Seputar Teknologi

Para Penambang Kripto Mulai Gunakan PS4 Sebagai Alat Menambang, Bakal Naik Harga?

GAMEFINITY.ID, Singkawang – Kabar tidak menyenangkan untuk para gamers kali ini datang dari Ukraina. Para penambang coin kripto tampaknya mulai menggunakan konsol PlayStation 4 sebagai alat menambangnya.

Kabar ini awalnya datang dari Security Service of Ukraine (SSU) yang melaporkan bahwa mereka telah menemukan dan menghentikan kegiatan tambang kripto rahasia di kota Vinnytsia. Pelaku penambangan ini melakukan kegiatannya di sebuah gedung tua agar tak terdeteksi oleh petugas setempat. Parahnya lagi, diam-diam menyadap jaringan listrik kota untuk melakukan kegiatan penambangan tersebut.

Uniknya, Security Service of Ukraine (SSU) melaporkan para cryptominers tertangkap memiliki konsol PlayStation 4 dengan jumlah yang sangat banyak. Terhitung pihak Ukraina telah menemukan dan menyita total 5.000 unit hardware termasuk 3.800 unit konsol PlayStation 4, lalu juga ada 500 unit VGA, dan 50 prosesor.

Adanya PlayStation 4 dalam gedung miners ini terdengar aneh mengingat biasanya penambang hanya menggunakan kartu grafis dalam rignya. Namun jika melihat lebih dalam, ternyata PlayStation 4 sangatlah worth it jika digunakan sebagai alat tambang kripto.

Menurut Tom’s Hardware, konsol PlayStation 4 memiliki spek memori GDDR5 8GB dengan clock 5,5 Gbps. Di seluruh interface memori 256-bit, PlayStation  4 memberikan bandwidth memori hingga 176 GBps. Sedangkan pada varian PlayStation yang Pro, memiliki memori yang berjalan pada 6,8 Gbps, menawarkan hingga 217,6 GBps.

Spek yang dimiliki oleh PlayStation 4 Pro ini ternyata juga setara dengan VGA jenis Radeon RX 580 yang merupakan VGA tambang kripto terbaik saat ini.

Selain itu, sebelumnya juga hadir sebuah laporan yang mengabarkan bahwa adanya proyek DIY dengan Game Boy yang bisa menambang Bitcoin.

Jadi penemuan PlayStation 4 oleh SSU ini terbilang masuk akal mengingat bahwa mungkin para penambang di Ukraina yang mereka grebek tersebut telah mengetahui cara menggunakan PS 4 menjadi alat tambangnya.

Startup Ini Hadirkan Aksesoris yang Buat Xbox Series S Jadi Konsol Portabel

GAMEFINITY.ID, Purworejo – Sebuah startup bernama UPspec Gaming menghadirkan sebuah aksesoris berupa layar monitor yang akan membuat konsol Xbox Series S menjadi konsol portabel mirip laptop.

Startup tersebut menyebutnya “xScreen”. Dengan aksesoris ini, kalian dapat membawa Xbox Series S kemana-mana layaknya laptop gaming. Kalian hanya perlu menghubungkannya ke listrik saat menggunakannya.

xScreen ini memiliki layar yang berukuran 11,6 inci dengan panel IPS LCD, resolusi 1080p dan refresh rate 60Hz. Aksesoris ini terhubung dengan Xbox Series S melalui port HDMI dan USB di belakang konsol. Selain itu, xScreen memiliki built-in speaker, jadi kalian tidak harus menggunakan headset saat memakai layar monitor ini.

Menariknya, xScreen tidak memerlukan kabel tambahan untuk menghubungkannya dengan Xbox Series S. Layar monitor ini mengambil daya langsung dari konsol dan port HDMI-nya juga langsung terhubung tanpa kabel.

Selain itu, xScreen memiliki pengait antara layar dan konsol yang memungkinkan Xbox Series S bisa tetap terhubung ke layar monitor ini sepanjang waktu. Form factor yang mirip dengan laptop tentunya membuat monitor ini dapat dilipat secara fit dengan Xbox Series S.

Xbox Series S

Menurut UPspec, xScreen hanya memiliki berat 695 g yang tergolong ringan untuk sebuah monitor. Xbox Series S sendiri memiliki berat 1,93 kg. Jadi saat keduanya dipasangkan, berat seluruhnya hanya sekitar 2,63 kg. Ini membuatnya masih dapat dimasukkan kedalam tas laptop ukuran 15 inch.

Untuk saat ini, xScreen hadir dalam bentuk crowdfunding di Kickstarter. Karena antusias yang sangat tinggi, crowdfunding tersebut langsung sepenuhnya terdanai hanya dalam waktu 20 menit setelah dibuka. Hingga saat artikel ini ditulis, crowdfunding di Kickstarternya telah mandapatkan dana sekitar $49.000.

Untuk mendapatkan xScreen ini, kalian perlu mendanai minimal $186 atau sekitar 2,7 juta Rupiah. Biaya pengiriman dibebankan secara terpisah dan estimasi pengirimannya sekitar Januari 2022. Crowdfunding di Kickstarter akan ditutup pada 6 Agustus mendatang, jadi untuk kalian yang tertarik bisa langsung ikut mendanainya.

Nintendo Umumkan Nintendo Switch OLED Model, Rilis Oktober Mendatang

GAMEFINITY.ID, Purworejo – Nintendo akhirnya mengumumkan varian terbaru dari konsol Nintendo Switch yang diberi nama Nintendo Switch OLED model.

Yep, memang beberapa bulan belakangan memang banyak rumor mengenai hadirnya Nintendo Switch Pro sebagai upgrade dari Nintendo Switch yang telah hadir sejak 2017 yang lalu. Namun, sepertinya varian terbaru ini tidak hadir seperti yang diharapkan pada Nintendo Switch Pro.

Seperti namanya, Nintendo Switch OLED model hadir dengan layar OLED berukuran 7 inch, lebih besar jika dibandingkan versi originalnya yang hanya berukuran 6.2 inch.

Ukuran layar yang lebih besar ini juga membuat bezel pada Nintendo Switch OLED model ini menjadi lebih tipis. Sayangnya, resolusi dari layarnya masih sama dengan versi originalnya yaitu 720p dan 1080p saat didocking.

Selain layar yang baru, Nintendo Switch OLED model hadir dengan penyimpanan internal sebesar 64 GB, stand yang lebar dan dapat disesuaikan serta dock baru dengan port LAN. Nintendo juga menghadirkan peningkatan audio pada internal speaker verian terbaru ini.

Untuk masalah jeroan, ini mungkin yang agak mengecewakan. Nintendo mengonfirmasi bahwa tidak ada peningkatan CPU maupun RAM pada Nintendo Switch OLED model ini. Jadi performanya juga akan tetap sama dengan versi sebelumnya.

Nintendo Switch OLED Model

Mode yang hadir di Switch sebelumnya juga akan tetap hadir seperti TV Mode, Tabletop Mode, dan Handheld Mode. Sementara itu, baterai life untuk OLED model sepertinya juga masih sama dengan versi sebelumnya yaitu dengan kisaran 4,5-9 jam.

Nintendo mengatakan bahwa Joy-Cons yang ada sekarang juga akan tetap kompatibel dengan OLED model ini. Nintendo Switch terbaru ini juga akan tetap mendukung semua game yang telah hadir sebelumnya.

Nintendo Switch OLED Model akan tersedia pada 8 Oktober mendatang dengan dua varian warna yaitu hitam-putih(baru) dan biru-merah(warna original). Sementara untuk harga, Nintendo Switch terbaru ini dibanderol dengan harga $350 atau sekitar 5 juta Rupiah.

Gimana, tertarik membeli Nintendo Switch terbaru yang satu ini?

Seseorang Berhasil Jalankan Windows 11 di Android, Bisa Buat Main Game PC Juga!

GAMEFINITY.ID, Salatiga – Ada kabar gembira untuk para penggemar ponsel mobile khususnya berbasis Android. Pasalnya seorang programmer kini telah menemukan cara untuk menjalankan OS Windows 11 ke dalam ponsel Android.

Xilin Wu, seorang programmer kini tengah menggarap sebuah projek yang dinamakan Project Renegade. Project ini berfokus untuk membuat device Android mampu jalankan Windows 11 secara optimal.

Dalam pengembangannya, Xilin Wu bersama tim Renegade berhasil menjalankan Windows 11 dengan prosesor Qualcomm Snapdragon 845 dan 855. Tim Renegade menggunakan device OnePlus 6T dan Xiaomi Mi 8 untuk pengetesan.

Untuk kompatibilitas driver device seperti GPU, tim Renegade membuat sendiri driver mereka sehingga hardware smartphone mampu menjalankan Windows 11. Meskipun driver buatan Renegade belum sempurna, namun masih sanggup untuk berjalan pada berbagai program dasar di Windows 11.

Lewat akun Youtubenya tim Renegade menunjukkan bagaimana cara instalasi Windows 11 ke dalam device OnePlus 6T.

Dalam instalasi mereka mengaktifkan sistem UEFI pada Qualcomm Snapdragon 845, kemudian menginstal Windows 10 versi ARM64 dan terakhir  mem-flash Preview build Windows 11 untuk chip ARM.

Namun karena masih dalam tahap pengembangan, beberapa fitur yang ada pada ponsel belum bisa digunakan. Sampai saat ini fitur yang belum bisa dipakai adalah Wifi, Audio, sinyal seluler, sensor, dan lain-lain.

Gaming di Windows 11 Mobile? Apakah Bisa?

Tim Renegade mencoba untuk mengetes berbagai kemampuan device mobile dalam menangani berbagai aplikasi pada Windows 11, termasuk juga dalam performa menjalankan game PC.

Pada channel Youtubenya, Tim Renegade mempraktekkan berbagai game PC yang mampu dijalankan pada ponsel OnePlus 6T.

Salah satu game yang dicontohkan adalah Call of Duty Modern Warfare 2. Game FPS satu ini memang tidak memerlukan spesifikasi yang cukup tinggi. Hasilnya seperti yang ditunjukkan pada video, COD Modern Warfare 2 berjalan dengan cukup lancar di OnePlus 6T.

Selain itu game yang dicoba adalah Mafia 2, Prototype, Need for Speed Most Wanted. Kebanyakan game-game yang telah dicoba berjalan secara lancar. Namun beberapa masih mengalami berbagai masalah seperti glitch atau crash ditengah game.

Untuk daftar lengkap game yang pernah dicoba pada device OnePlus 6T Windows 11 ARM, kalian bisa coba cek link yang tertera di sini.

Marsback Zephyr Pro, Mouse Gaming Unik yang Dilengkapi Kipas Pendingin

GAMEFINITY.ID, Purworejo – Mouse merupakan salah satu peripheral gaming yang utama bagi para PC gamer. Tak heran jika banyak dari PC gamer tidak asal-asalan dalam memilihnya. Hal yang diutamakan dalam memilih mouse biasanya adalah kenyamanan. Karena dengan memiliki mouse yang nyaman, tentu dapat meningkatkan pengalaman dalam bermain game.

Mouse gaming biasanya dilengkapi fitur khusus seperti pengaturan DPI, tombol macro dan lain-lain. Namun, berbeda dengan mouse Marsback Zephyr Pro, mouse ini menghadirkan fitur unik yang tidak akan kalian temukan di mouse gaming kebanyakan.

Marsback Zephyr Pro adalah mouse gaming anti keringat yang dilengkapi kipas pendingin didalamnya. Mouse ini merupakan versi upgrade dari mouse sebelumnya yang telah diluncurkan pada tahun 2020 yang lalu.

Mouse

Kipas pendingin dalam mouse ini dapat secara efektif menghilangkan keringat dan membuat tangan kalian terasa lebih dingin. Terdapat tiga pilihan kecepatan kipas yaitu 4.000, 7.000, dan 10.000 RPM yang dapat dikontrol dengan tombol khusus di bagian bawah mouse. Kipas hanya menghasilkan suara di bawah 30 desibel, jadi tidak akan mengganggu kalian saat bermain game.

Fitur-fitur gaming mouse kebanyakan juga tetap hadir. Ada 7 pengaturan DPI dengan tombol khusus untuk menyesuaikan antara office dan game mode. Sensornya menggunakan Pixart 3389 yang bisa mencapai 16.000 DPI. Sedangkan untuk switch, mouse ini menggunakan Omron switch yang dapat bertahan hingga 50 juta klik. Total terdapat 8 tombol yang terdapat di mouse ini termasuk scroll wheel-nya.

Mouse Zephyr Pro memiliki casing berlubang berbentuk honeycomb yang membuat bobot mouse ini tetap ringan, yaitu hanya sekitar 68g. Permukaan mouse ini hadir dengan tekstur matte yang anti sidik jari. Untuk kabel, mouse ini menggunakan kabel paracord kualitas tinggi dengan panjang 1.8 meter.

Mouse

Bagi kalian yang suka dengan RGB, mouse ini hadir dengan backlit RGB yang mengitari bagian bawah mouse serta pada bagian kipas. RGB lighting dalam mouse ini dapat dikostumisasi sepenuhnya melalui software yang telah disediakan. Selain itu, software ini juga dapat digunakan untuk mengatur DPI dan tombol makro.

Untuk harga, mouse ini dibanderol dengan harga mulai dari $69 atau sekitar 1 juta Rupiah. Sayangnya, mouse ini masih belum tersedia di Indonesia. Tertarik dengan mouse yang satu ini?

Dulu Guyonan Kini Jadi Idaman, Ini Dia Sejarah Perkembangan Gaming Phone

GAMEFINITY.ID, Salatiga – Belakangan ini kita mulai sering melihat para produsen handphone seperti Xiaomi dan Asus merilis seri HP khusus gaming.

Perkembangan hardware dan pasar mobile gaming tentunya menjadi alasan utama mengapa berbagai brand handphone mulai mempertimbangkan untuk memproduksi gaming phone.

Gaming phone sendiri didesain dengan spesifikasi yang mutakhir, seperti high-end processor, RAM yang besar, kapasitas baterai yang besar, dan lain-lain.

Hal ini bertujuan untuk membuat para pengguna merasa nyaman dan dapat menikmati pengalaman bermain game secara maksimal.

Namun tahukah kalian? Ternyata sejarah perkembangan gaming phone tidak semulus yang dibayangkan.

Berbagai kegagalan dan kendala acap kali dialami para produsen ponsel untuk menciptakan gaming phone yang ideal. Mari kita tengok seperti apa kilas perjalanan gaming phone dari awal hingga saat ini.

Nokia N-Gage Series (2003)

Di tahun 2000-an Nokia berhasil menguasai pasar telepon genggam di seluruh dunia. Perusahaan ponsel asal Finlandia ini sukses di pasaran berkat berbagai inovasi yang mutakhir seperti OS Symbian dan Nokia Communicator.

Pada tahun 2003, Gameboy Advance milik Nintendo menuai kesuksesan secara global. Kesuksesan GBA sendiri datang dari harga konsolnya yang terjangkau, jumlah game yang sangat banyak dan bisa dimainkan kapanpun dan dimanapun.

Menengok kesuksesan Gameboy Advance, Nokia tertarik untuk membuat ponsel yang juga mampu bermain game layaknya GBA. Dari konsep tersebut, pada akhir tahun 2003 Nokia resmi merilis gaming phone pertama di dunia, Nokia N-Gage.

Desain bentuk dari N-Gage sendiri benar-benar terinspirasi dari Gameboy Advance dengan layar 2 inch di tengah, directional button di sebelah kiri dan keypad di sebelah kanan.

Untuk memainkan game eksklusif N-Gage, pengguna harus memasukkan MMC game cartridge ke dalam slot game. Nah, disinilah satu dari sekian banyak masalah dari N-Gage mulai muncul.

Slot MMC game N-Gage terletak di belakang baterai sehingga pengguna harus melepas baterai terlebih dahulu untuk memasukkan MMC.

Desain N-Gage yang terlalu gemuk dan berat juga membuat pengguna kerap merasa pegal dan tidak nyaman. Begitu juga dalam mengetik pesan dan mengangkat telepon.

Selain itu, game yang tersedia pada Nokia N-Gage hanya sekitar 56 game. Optimisasi game-game tersebut juga sangat buruk. Beberapa game eksklusif N-Gage hanya dapat berjalan dalam 10 Fps saja.

Melihat berbagai masalah tersebut, Nokia memutuskan untuk memperbaiki kekurangan N-Gage dan merilis ulang dengan nama N-Gage QD.

Namun langkah yang diambil Nokia tersebut dianggap sangat terlambat sehingga seri N-Gage dicap gagal total oleh para pengamat teknologi.

Pada akir tahun 2007, Nokia menghentikan produksi N-Gage dan hanya mampu menjual 3 juta unit saja di seluruh dunia. Kegagalan N-Gage juga dianggap menjadi salah satu faktor terpuruknya Nokia di pasar telepon genggam.

Sony Ericsson Xperia Play (2011)

Nah, kini kita telah memasuki era Android. OS gubahan Google satu ini sejak awal memang digadang-gadang sebagai pembawa perubahan untuk mobile gaming.

Di awal tahun 2010, Samsung dan Sony Ericsson bisa dibilang merupakan dua produsen ponsel berbasis Android terbesar di dunia. Samsung masuk ke ranah Android lewat seri Galaxy dan Sony Ericsson dengan seri Xperia miliknya.

Melihat potensi OS Android yang sangat besar, Sony Ericsson memutuskan untuk membuat ponsel yang didesain untuk bermain game layaknya Playstation Portable.

Tentunya Sony Ericsson sangat percaya diri dengan projek satu ini. Mereka bercermin dari kegagalan Nokia N-Gage dan pengalaman Sony dalam bidang konsol gaming membuat Sony Ericsson yakin ponsel gaming barunya ini akan laku keras di pasaran.

Pada tahun 2011, Sony Ericsson resmi merilis Xperia Play. Ponsel gaming yang didesain mirip seperti konsol portabel milik Sony sendiri yaitu PSP Go.

Xperia Play mengadopsi beberapa fitur dari Sony Playstation Portable, seperti desain geser yang mirip dengan PSP Go, serta tata letak tombol PlayStation yang menjadi ciri khas mereka plus tombol trigger.

Meskipun tidak seburuk N-Gage, Xperia Play masih memiliki beberapa kekurangan. Seperti game yang disediakan Sony hanyalah game dari Playstation 1 saja, spesifikasi hardware yang rendah, kapasitas baterai yang sangat kecil dan analog touch yang sulit untuk digunakan.

Jika pengguna ingin memainkan game PSP lewat emulator, sayang sekali di tahun 2011 emulator PSP masih belum dikembangkan secara optimal. Selain itu spesifikasi Xperia Play sendiri juga sangat terbatas.

Seperti N-Gage, Xperia Play juga dicap gagal oleh para pengamat. Meskipun di era modern ini para fans ingin Sony untuk merilis Xperia Play 2, namun sepertinya Sony ingin melupakan masa lalu mereka yang kelam.

Razer Phone Series (2017)

Belajar dari kesalahan Nokia dan Sony, perusahaan elektronik berbasis gaming yaitu Razer bertekad untuk membuat gaming phone yang ideal bagi para penggemar mobile gamers.

Pada tahun 2017 mereka merilis ponsel barunya yaitu Razer Phone. Razer sendiri memutuskan untuk mendesain gaming phone miliknya layaknya smartphone biasa. Mereka justru lebih memfokuskan pada spesifikasi yang tinggi dibandingkan menambahkan fitur gimmick yang dianggap tidak perlu.

Razer Phone sendiri dibekali dengan prosesor yang mutakhir pada zamannya, Snapdragon 835, RAM 8GB dan layar 5,7 inch dengan refresh rate 120 Hz.

Gaming phone milik Razer ini menuai banyak pujian oleh para pengamat teknologi lewat spesifikasi yang tinggi dan kenyamanan pengguna saat bermain game.

Kekurangan dari Razer Phone sendiri hanyalah kamera yang cukup buruk dan tidak tersedianya 3.5mm Headphone Jack.

Namun terlepas dari kekurangannya, Razer Phone sendiri sukses membangkitkan mobile gaming yang berkali-kali gagal di masa lalu. Sekaligus menjadi blueprint dari gaming phone modern ideal seperti Asus ROG Phone.