All posts by Dimas Galih Putrawan

A writer, gamer, content creator. My Gaming Account: Steam: dimaspettigrew Epic Games Store: PTGRW Xbox: PTGRW

Bubar, Luminous Productions Diserap ke Tim Inti Square Enix

GAMEFINITY.ID, Bandung – Luminous Productions akan kembali diserap ke dalam tim inti Square Enix menyusul kegagalan Forspoken. Studio tersebut akan dibubarkan sebagai studio terpisah menurut pernyataan dari perusahaan. Meski begitu, tim dari pengembang Forspoken itu akan terus membantu Square Enix untuk mengembangkan game AAA.

Awalnya, Luminous Productions didirikan oleh tim pengembang di balik Final Fantasy XV. Studio tersebut bertujuan untuk mengembangkan game AAA yang ditujukan untuk pemain global dengan mengandalkan Luminous Engine. Engine tersebut juga digunakan untuk mengembangkan Final Fantasy XV.

Luminous Productions Dibubarkan Mulai 1 Mei 2023

Luminous Productions company logo
Per 1 Mei 2023, Luminous Productions akan diserap ke tim inti Square Enix

Mulai 1 Mei mendatang, Luminous Productions akan dibubarkan sebagai studio terpisah. Studio tersebut akan kembali digabungkan dengan tim inti Square Enix. Pengumuman itu pertama kali disebar melalui Twitter resminya.

“Efektif 1 Mei, tim kami yang berbakat akan bergabung dengan Square Enix untuk membuat pengalaman gaming baru dan inovatif pada pemain di seluruh dunia,” tulis pernyataan pihak Luminous.

Square Enix juga mengungkap keputusan tersebut melalui laman resminya. Sebenarnya, mereka sama sekali tidak menyebut kegagalan Forspoken menjadi pemicu keputusan tersebut. Mereka hanya menyatakan keputusan ini demi menambah keuntungan pada studio miliknya.

“Luminous Productions Co., Ltd. tidak hanya memiliki kemampuan mengembangkan judul AAA tetapi juga keahlian teknis dalam pengembangan game engine. Menyatukan kedua perusahaan akan semakin memperkuat kemampuan grup dalam mengembangkan game HD,” ungkap Square Enix.

Masih Akan Bertanggung Jawab dalam Pengembangan DLC dan Bug Fix untuk Forspoken

Luminous Productions Forspoken
Forspoken jadi satu-satunya game karya Luminous Productions

Luminous juga memastikan di laman Twitter-nya bahwa meeka masih bertanggung jawab untuk memberi dukungan pada Forspoken. Hal ini termasuk patch yang akan datang dan pastinya akan memperbaiki berbagai masalah teknis dalam game. Begitu pula dengan DLC-nya yang bertajuk The Tantas We Trust.

Forspoken telah rilis pada Januari lalu. Game buatan Luminous Productions itu mendapat kritik beragam dari kritikus dan review bomb dari pemain. Banyak dari review bomb itu mengkritik semua aspek dalam game, terutama cerita, karakter, dan masalah teknis.

Baca juga: Baru Rilis, Forspoken Sudah Dapat Review Bomb!

Pernyataan Luminous terhadap kritikan ini menjadi bentuk komitmen mereka masih ingin memperbaiki karya mereka itu. Studio tersebut berjanji akan merilis konten game dan bug fix untuk Forspoken sebelum merger.

Ada kemungkinan dukungan untuk Forspoken akan selesai jika merger sudah diresmikan. Bukan tidak mungkin lagi tim di balik Forspoken akan siap untuk mengembangkan game baru dan meninggalkannya,

Apa kamu sedih mendengar Luminous Productions bubar?

Pokemon Scarlet and Violet Resmi Umumkan Expansion DLC

GAMEFINITY.ID, Bandung – Pokemon Scarlet and Violet akan mendapat expansion DLC. Kabar itu diumumkan saat acara livestream Pokemon Presents pada 27 Februari lalu. Expansion tersebut mengambil judul The Hidden Treasures of Area Zero dan terbagi menjadi dua bagian.

Kedua DLC tersebut merupakan story expansion berlatar di luar region Paldea. Berarti, pemain akan berkunjung ke region baru dan berkesempatan untuk bertemu dengan Pokemon legendaris.

DLC Expansion Pokemon Scarlet and Violet: The Hidden Treasures of Area Zero

Terdapat dua DLC terpisah di expansion ini, yaitu The Teal Mask (meluncur musim gugur 2023) dan The Indigo Disk (meluncur musim dingin 2023). Di dua DLC ini, pemain akan bertualang di luar region Paldea.

Pokemon Scarlet and Violet expansion dlc part 1
The Teal Mask

Di The Teal Mask, pemain akan terpilih untuk mengikuti field trip sekolah tahunan sebagai program kerjasama dengan sekolah lain. Mereka akan menuju region Kitakami, sebuah region pegunungan. Untuk menikmati DLC pertama ini, pemain wajib menyelesaikan chapter Treasure Hunt di Pokemon Scarlet and Violet terlebih dahulu.

Laman resminya menyebut Kitakami memiliki hamparan alam tenang yang menampilkan sawah dan kebun apel. Field trip tersebut tampak digelar bersamaan saat musim panen, maka desa di Kitakami akan ramai dengan warung dan pedagang kaki lima.

Pokemon Scarlet and Violet expansion dlc part 2

Di The Indigo Disk, pemain akan berkunjung ke Burberry Academy sebagai murid pertukaran pelajar. Saat ini, belum ada informasi lanjut tentang DLC kedua tersebut, namun syarat untuk menikmatinya, pemain wajib menyelesaikan keseluruhan campaign utama.

Baca juga: Nintendo: Tak Ada Komplain Soal Pokemon Scarlet and Violet

Terdapat Lebih Dari 230 Pokemon yang Belum Ada di Base Game

Pihak Nintendo menyebut bahwa pemain dapat menemui lebih dari 230 Pokemon yang tidak asing dan belum muncul di Pokemon Scarlet and Violet. Daftar lebih dari 230 Pokemon tersebut hanya tersedia melalui dua DLC tersebut.

Pemain juga berkesempatan untuk bertemu dan menangkap Pokemon legendaris, yaitu Ogerpon di The Teal Mask dan Terapagos di The Indigo Disk. Okidogi, Munkidori, and Fezandipiti juga akan muncul di The Teal Mask. Ketiga Pokemon itu diceritakan sebagai pahlawan yang melindungi Kitakami pada masa lalu.

Kedua expansion DLC Pokemon Scarlet and Violet, The Hidden Treasures of Area Zero, bakal rilis tahun ini.

Pokemon Concierge, Serial Stop-Motion Bakal Rilis di Netflix

GAMEFINITY.ID, Bandung – Diumumkan saat acara livestream Pokemon Presents, The Pokemon Company mengumumkan serial animasi terbaru, Pokemon Concierge. Serial animasi stop-motion itu dipastikan akan tayang eksklusif di Netflix.

Pokemon Concierge, Serial Animasi Stop-Motion Baru di Netflix

Sejauh ini, belum diketahui secara banyak tentang Pokemon Concierge. Serial ini akan berfokus pada seorang concierge Haru dan rekannya Psyduck yang bekerja di sebuah resort Pokemon. Beberapa Pokemon lain dan para pelatihnya akan berkunjung dan bertemu keduanya saat berlibur di sana.

Pokemon Concierge Psyduck
Psyduck di teaser Pokemon Concierge

Teaser trailer-nya hanya menunjukkan Psyduck berjalan di pasir putih. Kemudian, logo Pokemon Concierge muncul dengan gambar Wingull pada akhir.

Dwarf Studio dipercaya untuk bertanggung jawab dalam produksi serial animasi baru tersebut. Studio tersebut sebelumnya sempat membantu beberapa proyek animasi lainnya seperti Monsters at Work di Disney+, Trash Truck di Netflix, dan lainnya.

“Netflix sangat menantikan untuk menghibur penggemar di Jepang dan seluruh dunia dengan Pokemon Concierge, sebuah pengalaman visual dan penceritaan yang benar-benar baru menampilkan animasi stop-motion groundbreaking berlatar di dunia Pokemon sebagai kolaborasi dengan The Pokemon Company,” tutur Minyoung Kim, wakil presiden konten Asia-Pasifik Netflix, dilansir dari Deadline.

Netflix sendiri memiliki pustaka serial Pokemon the Series dan filmnya yang melimpah. Episode terbaru Pokemon the Series saat ini hanya tayang di Netflix di Amerika Serikat.

Baca juga: Film 3DCG Crayon Shin-chan Ungkap Tanggal Tayang

Petualangan Ash Ketchum Akan Berakhir di Pokemon: The Series

Sementara itu, Ash Ketchum dan Pikachu akan mengakhiri petulangannya di Pokemon: The Series. Episode terakhir Ash Ketchum dipastikan akan tayang 24 Maret 2023 di Jepang, kemungkinan menjadikan salah satu momen tersedih bagi penggemar setia yang selalu mengikuti serial animenya.

Serial terbaru berdasarkan Pokemon Scarlet and Violet akan berfokus pada dua protagonis baru. Ini jadi kali pertama Ash tidak jadi tokoh utama dalam serial yang sudah menjadi ikonik itu. Secara menyejutkan, pihak produser mengumumkan mereka akan menambah Captain Pikachu sebagai karakter baru.

The Pokemon Company tentu ingin bereksperimen dengan serial Pokemon Scarlet and Violet dan Pokemon Concierge dalam format serial televisi. Tentu ini akan menjadi kejutan yang menarik bagi penggemar setianya.

Pokemon Concierge akan tayang di Netflix dengan tanggal yang belum diumumkan.

Tales of Symphonia Remastered Masalah Teknis Dimana-mana!

GAMEFINITY.ID, Bandung Tales of Symphonia Remastered telah rilis di Xbox One, PlayStation 4, dan Nintendo Switch pekan lalu. Penggemar setia franchise Tales tentu saja sangat menantikannya. Pasalnya, Tales of Symphonia disebut sebagai salah satu game terbaik Tales sepanjang masa.

Penggemar kemudian murka begitu mengetahui bahwa game RPG itu hanya dapat berjalan di 30 FPS, tidak seperti pendahulunya di GameCube yang dapat berjalan di 60 FPS. Satu lagi kabar buruknya, terdapat deretan masalah teknis dalam game tersebut yang memicu amarah pemain.

Tales of Symphonia Remastered Penuh Masalah Teknis

Tales of Symphonia Remastered gameplay
Gameplay Tales of Symphonia Remastered

Pemain mendapati berbagai masalah teknis di versi remaster dari Tales of Symphonia. Mereka mendapati game tersebut memiliki masalah tekstur yang hilang setelah HD upscaling. Loading time pun membuat pemain harus menunggu sangat lama. Lebih buruknya lagi, game tersebut sering sekali mengalami crash.

Baca juga: Nintendo Sudah Pastikan Tidak Akan Tampil di E3 2023

Pemain meluapkan frustrasinya di media sosial. Bahkan, ada juga yang sampai membandingkan kualitas grafik versi remaster dengan versi HD lamanya di PS3 dan Steam.

Bandai Namco Minta Maaf

Menyusul deretan keluhan pemain pada Tales of Symphonia Remastered, Bandai Namco akhirnya membuka suara. Pihaknya meminta maaf sambil menekankan mereka akan memperbaiki game tersebut. Meski demikian, akun tersebut hanya menyebut versi Switch-nya saat mengabarkan masalah dalam game.

“Kami sudah memastikan bahwa ada masalah di gameplay di versi produk [Tales of Symphonia Remastered] yang sedang tersedia. Kami sedang menyelidiki untuk membuat fix. Kami akan memberitahu tentang update untuk fix sesegera mungkin. Kami akan membagikannya melalui akun ini, jadi mohon tunggu untuk informasi selanjutnya. Kami minta maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan,” ungkap akun resmi berbahasa Jepang-nya.

Popularitas Tales of Symphonia sendiri tidak mengherankan sebagai salah satu dari game Tales terpopuler. Game tersebut merupakan game Tales pertama yang rilis secara global. Tidak heran jika penggemar meminta Bandai Namco agar membuat versi remaster dari game tersebut. Bandai Namco sendiri mengungkap akan mempertimbangkan untuk me-remaster game Tales lainnya.

Atomic Heart Tuai Kontroversi Akibat Kartun Rasis

GAMEFINITY.ID, Bandung – Atomic Heart ternyata masih tuai kontroversi! Pengembangnya, Mundfish, mendapat hujatan karena dugaan keterkaitannya dengan Rusia. Baru-baru ini, game FPS itu kembali mendapat sorotan karena terdapat sebuah kartun rasis yang menyinggung di dalamnya.

Kontroversi Kartun Rasis di Atomic Heart

PC Gamer mendapati sebuah karikatur rasis muncul di Atomic Heart. Karikatur tersebut muncul di save room bergaya Resident Evil. Di ruangan tersebut, pemain dapat melakukan save, beristirahat dari pertarungan, melakukan upgrade atau craft item.

Atomic Heart Just You Wait cartoon racist
Nu, Pogodi atau Well, Just You Wait!, kartun klasik yang dianggap versi Soviet dari Tom and Jerry

Tidak hanya itu, terdapat juga televisi di ruangan itu. Televisi tersebut menunjukkan episode dari serial kartun klasik Nu, Pogodi atau Well, Just You Wait!, kartun era Soviet yang mulai tayang 1969. Dapat dikatakan kartun itu merupakan versi Soviet dari Tom and Jerry.

Namun, hal yang bermasalah muncul pada episode bertajuk Museum yang tayang pertama kali pada 1978. Episode tersebut menunjukkan gambar anggota suku Afrika yang direpresentasikan secara stereotipikal dan rasis.

Kemunculan gambar ini di Atomic Heart memicu kemarahan pemain. Beberapa dari mereka meluapkan amarah dan mengkritik keras keputusan Mundfish itu di ResetEra.

Ini bukan pertama kali Mundfish tersandung kontroversi. Sebelumnya, pengembang itu dituduh terkait dengan Rusia. Mundfish hanya berkata mereka merupakan organisasi pro-perdamaian tanpa menyatakan dukungan terhadap Rusia atau Ukraina. Pihak Ukraina bahkan meminta Atomic Heart ditarik dari peredaran di semua platform. Sejauh ini, Mundfish menolak untuk berkomentar tentang ini.

Baca juga: Ukraina Minta Atomic Heart Ditarik Dari Peredaran!

Mundfish Minta Maaf

Mundfish segera merespon kontroversi tersebut. Pihaknya membuat pernyataan sekaligus permintaan maaf pada pemain.

“Kami minta maaf kalau menggunakan kartun atau musik vintage telah menyakiti atau menghina. Kami akan mengedit bagian tersebut,” tulis tim pengembang Atomic Heart melalui akun Twitter Kai Bailey.

Mundfish saat itu tidak menjelaskan begitu jelas sebagai tanggapan kontroversi tersebut. Mereka hanya mengklaim bahwa pihaknya akan mengedit bagian menyinggung demi menghormati pemain. Belum diketahui kapan bagian ini akan diedit.

Meski menjadi salah satu game yang paling dinanti, Atomic Heart sudah tidak asing dengan serangkaian kontroversi. Mulai dari keterkaitan pengembang dengan Rusia hingga kartun yang kontroversial dan menyinggung ras.

The God of High School, Anime yang Terbuang Potensinya

GAMEFINITY.ID, Bandung – The God of High School merupakan serial anime adaptasi dari webtoon berjudul sama karya Yongje Park. Serial ini diproduksi oleh MAPPA di bawah pimpinan Sunghoo Park dan tayang sebagai serial original Crunchyroll (di luar Asia) pada musim panas 2020.

Sinopsis The God of High School, Turnamen Martial Arts Khusus Remaja di Mana Permintaan Sang Pemenang Akan Terwujud

The God of High School menceritakan sebuah turnamen yang berjudul sama. Turnamen tersebut menjadi ajang pencarian petarung terbaik di kalangan remaja Korea. Semua cara, baik itu gaya martial arts, senjata, dan metode pertarungan diperbolehkan. Hanya satu yang berhak jadi juara, hadiahnya berupa terkabulnya sebuah keinginan pribadi.

Salah satu pesertanya adalah Jin Mori yang merupakan ahli taewondo dan juga Han Daewi yang merupakan spesialis karate serta seorang swordswoman Yoo Mira.

Cerita yang Sangat Menunjukkan Potensi pada Awal, Namun Bertele-tele saat Memasuki Pertengahan Cerita (5/10)

The God of High School three main characters
Tiga tokoh utama The God of High School

Sebenarnya The God of High School memiliki potensi yang sangat besar pada awal cerita. Penonton diperkenalkan pada berbagai hal dengan cara menyenangkan, terutama sistem turnamennya. Ketiga tokoh utama, Mori, Daewi, dan Mira, diperkenalkan dengan cara yang lucu. Hal terpentingnya adalah setiap pertarungan di beberapa episode pertama

Namun, pada pertengahan cerita, potensi tersebut hancur. Sebut saja saat babak di mana ketiga tokoh utama memasuki turnamen nasional. Saat itu konspirasi di balik penyelenggara turnamen seakan menjadi dominan. Ketimbang fokus pada turnamennya terlebih dahulu, konspirasi ini terasa didahulukan untuk menunjukkan pihak penyelenggara sangat korup. Ini menjadi salah satu momen yang merusak cerita.

Masalah lain dalam anime ini adalah pacing. Ini juga sangat terlihat pada pertengahan cerita, membuat hampir setiap momen menjadi pertanyaan daripada mengundang jawaban. Sayangnya, banyak dari pertanyaan itu justru tidak terjawab. Contohnya terlihat pada format turnamen. Turnamen regional merupakan turnamen individu, sedangkan turnamen nasional melibatkan tim beranggotakan tiga orang. Pergantian format seperti ini sama sekali tidak ada penjelasan.

Baca juga: Manga Spy x Family Dikritik Karena Alurnya yang Lambat

Deretan Karakter yang Kebanyakan Datar dan Forgettable (6/10)

Pada episode pertama, penonton diperkenalkan dengan Mori, Daewi, dan Mira. Sejak saat itu, ketiga tokoh ini menjadi tokoh yang paling diingat dalam serial anime ini. Penokohan mereka cukup colorful dan masing-masing memiliki tujuan tersendiri, meski tujuan Mori tidak begitu jelas dibandingkan Daewi dan Mira.

Tokoh Mira di episode keempat justru tiba-tiba berubah dari perempuan tangguh menjadi seperti orang damsel in distress. Ini salah satu perubahan karakter yang paling menganggu.

Berbicara tentang tokoh sampingan, hampir tidak ada satupun yang memorable. Kebanyakan dari mereka berakhir digambarkan sangat datar dan seakan berguna hanya dalam beberapa episode. Karakter yang terlibat dengan konspirasi di balik penyelenggara turnamen, terutama sosok antagonis, turut menjadi deretan karakter yang forgettable.

The God of High School Park Ilpyo
Park Ilpyo jadi satu-satunya karakter sampingan yang memorable

Walau begitu, Park Ilpyo menjadi satu-satunya karakter sampingan yang cukup memorable. Terdapat motivasi dan latar belakang jelas mengapa dirinya ikut turnamen.

Animasi yang Sangat Fluid, Terutama dalam Menggambarkan Setiap Adegan Pertarungan (8/10)

The God of High School fight scene
Animasi adegan pertempuran di The God of High School sangat mengalir

MAPPA benar-benar serius menggarap The God of High School secara visual dalam bentuk anime. Usaha mereka terlihat dari animasi setiap pertarungan yang sangat mengalir. Penonton mungkin akan menganggap usaha ini terbayar jika hanya mengandalkan deretan pertarungan keren.

Verdict untuk The God of High School

Secara keseluruhan, The God of High School memiliki potensi yang sangat besar pada awalnya. Akan tetapi, potensi tersebut justru hancur karena berbagai masalah pada pertengahan cerita. Mulai dari pacing, subplot konspirasi di balik turnamen yang bertele-tele, hingga karakter yang terkesan datar.

Untuk The God of High School, penulis dapat memberi total score sebesar 6,3.

Bagi yang penasaran hingga ingin menontonnya, The God of High School bisa ditonton di channel YouTube Muse Asia dan Muse Indonesia. Meski menjadi serial original Crunchyroll, faktanya serial ini tidak tersedia di platform tersebut di Indonesia.