All posts by Dimas Galih Putrawan

A writer, gamer, content creator. My Gaming Account: Steam: dimaspettigrew Epic Games Store: PTGRW Xbox: PTGRW

Knockout City dan CrossfireX Segera Tutup Server

GAMEFINITY.ID, Bandung – Tahun 2023 sudah menjadi awal yang buruk bagi game live-service. Kini, Knockout City dan CrossfireX ikut masuk dalam daftar game live service yang akan segera tutup server! Ini berarti bahkan game live service saja tidak terjamin bertahan lama meski menjanjikan akan bertahan dalam jangka panjang.

Knockout City Bakal Tutup Server Juni Ini, Tapi…

Knockout City & CrossfireX discontinued 1
Knockout City bakal dimatikan 9 Juni 2023 setelah season 9

Sebuah game dodgeball Knockout City akan menutup server-nya pada 9 Juni 2023, sekitar dua tahun setelah peluncuran resminya. Berarti, game besutan Velan Studios itu tidak akan lagi dapat dimainkan semenjak semua server-nya bakal dimatikan.

Knockout City sebenarnya diluncurkan sebagai bagian dari label EA Originals pada Mei 2021. Velan Studios memilih untuk self-publish game tersebut sebagai free-to-play tahun lalu, berarti EA sudah tidak lagi menjadi publisher-nya.

Season 9 bakal jadi season terakhir bagi Knockout City. Season tersebut akan dimulai 28 Februari 2023. Saat itu, semua bentuk transaksi menggunakan uang asli akan dihentikan. Mereka memastikan reward akan bertambah banyak untuk semua pemain setianya. Reward tersebut berbentuk XP, style chip, dan mat uang holobux.

Knockout City season 9 akan berakhir dengan event terakhir selama dua minggu pada 23 Mei 2023. Event tersebut akan menghadirkan triple XP, reward besar, dan sebuah playlist favorit penggemar. Begitu event itu berakhir, game besutan Velan Studios itu sudah tidak dapat dimainkan.

Jeremy Russo selaku sutradara menulis di laman pengumuman tersebut untuk menjelaskan di balik penutupan Knockout City. Ia mengaku sudah sangat sulit bagi Velan sebagai studio kecil untuk mempertahankan sebuah game live service besar yang dapat bertahan lama.

Kabar baiknya, menurut bagian FAQ di laman yang sama, pihak Velan mengaku mereka akan merilis Knockout City versi server privat di PC.

Baca juga: Pengembangan Battlefield Mobile Resmi Dihentikan

CrossfireX Juga Akan Tutup Server, Game-nya Sudah Dihapus dari Store

Knockout City & CrossfireX discontinued 2
Disebut sebagai salah satu game terburuk tahun lalu, CrossfireX akhirnya akan menutup server-nya Mei ini

Kabar yang sama juga terjadi pada CrossfireX, versi Xbox dari Crossfire besutan Smilegate dan Remedy Entertainment. Padahal, CrossfireX akan merayakan hari jadi pertamanya mengingat debutnya di Xbox Series X|S dan Xbox One pada 10 Februari 2022.

Sayangnya, kritikus dan pemain memberikan komentar negatif terhadap CrossfireX. Kebanyakan dari mereka mengaku penceritaan di campaign mode sangat hambar dan elemen gameplay­-nya sangat generik sebagai game single player dan multiplayer. Bahkan, CrossfireX disebut-sebut sebagai salah satu game terburuk pada tahun 2022.

“Menetapkan keputusan ini tidak mudah, namun, kami dapat bangga bahwa pemain kami tetap aktif, bersemangat, dan antusias dalam bekerja sama dengan kami agar membuat game menyenangkan bagi semuanya. Kami ingin berterima kasih pada setiap pemain kami yang sudah mencoba CrossfireX dan menjadi bagian dari perjalanan kami,” tulis tim pengembang melalui laman resminya.

Per pengumuman tersebut, game buatan Smilegate itu sudah dihapus dari store. Tidak akan ada pula konten baru, termasuk map dan mode. Pembelian mata uang premium juga sudah dihentikan. Ditambah, pemain dapat melakukan refund jika pernah melakukan pembelian selama 2 minggu terakhir per 3 Februari 2023.

CrossfireX akan resmi tutup 18 Mei 2023, baik itu single player dan multiplayer. Sementara itu, pemain masih dapat bermain dan menghabiskan sisa mata uang dalam game-nya.

Keduanya Masuk dalam Daftar Game Live-Service yang Berguguran Awal Tahun Ini

Knockout City dan CrossfireX menjadi contoh game live service yang berguguran pada awal tahun ini. Selain kedua game tersebut, Crimesight besutan Konami juga mengumumkan akan menutup server-nya pada 1 Mei 2023. Pengumuman tersebut terungkap 10 bulan semenjak peluncuran resmi Crimesight.

EA sendiri juga sudah memastikan mereka akan menghentikan dukungan untuk Apex Legends Mobile dan Battlefield Mobile. Epic Games dan Iron Galaxy juga melakukan hal yang sama dengan Rumbleverse.

Apakah ini menjadi awal dari mimpi buruk bagi industri game live service tahun ini?

Game Ber-Code name Titanfall Legends Dilaporkan Batal

GAMEFINITY.ID, BANDUNG – Setelah resmi menghentikan Apex Legends Mobile dan membatalkan rilis Battlefield Mobile, EA dilaporkan ikut membatalkan game ber-codename Titanfall Legends, sebuah game single player berlatar di universe Titanfall dan Apex Legends. Keputusan ini dipercaya menyusul hasil keuangan yang mengecewakan bagi perusahaan kuartal ini.

Game yang Dibatalkan Itu Memiliki Codename Titanfall Legends

Menurut Bloomberg, game single player yang dilaporkan batal itu memiliki codename Titanfall Legends. Game tersebut digadang-gadang akan menjadi penyatuan karakter Titanfall dan Apex Legends di satu universe. Bahkan, dipercaya juga game tersebut menjadi campaign di Apex Legends secara standalone.

Tim pengembang game tersebut dilaporkan memiliki 50 anggota. Game designer Mohammad Alavi dipercaya juga memimpin dan menjadi sutradara untuk game tersebut. Sayangnya, Alavi hengkang dari EA pada awal 2022. EA kini sedang membantu anggota lainnya untuk menjadi pekerjaan lain di perusahaan. Siapapun yang tidak kebagian peran lain akan di-PHK dan mendapat kompensasi.

Baca juga: Apex Legends Mobile Bakal Resmi Dimatikan Mei Ini

Detailnya Bocor! Dilaporkan Terinspirasi dari Doom Eternal

Jeff Grubb dan Jan Ochoa berdiskusi tentang kabar ini di podcast Game Mess Mornings. Grubb memiliki banyak info dari orang dalam tentang game ber-codename Titanfall Legends itu. Ia memberi informasi tentang game tersebut, terutama cerita dan karakternya.

“Titanfall Legends bukan Titanfall 3, karena banyak orang justru berpikir Titanfall 3 akan menjadi game standalone baru dengan campaign single-player dan sebuah mode multiplayer. Mereka tidak dapat melakukannya lagi sesudah Apex Legends mengubah kalkulus semuanya,” tanggap Grubb.

Titanfall Legends Apex Legends universe
Titanfall Legends disebut akan tampilkan karakter dari Apex Legends

Menurut Grubb, game adventure single-player itu akan menampilkan Kuben Blisk, komisioner Apex Games di Apex Legends, sebagai playable character. Beberapa karakter Apex Legends lainnya disebut akan tampil dan meminjamkan kekuatan masing-masing pada karakter pemain. Lokasi penting dari franchise Titanfall seperti The Ark juga akan berperan besar pada campaign.

Ia menyebut Titanfall Legends secara keseluruhan terinspirasi dari Doom Eternal secara konten dan gameplay. Ditambah, Grubb mengatakan tim pengembang ingin membuat konsep “John Wick bertemu Tony Hawk” agar pemain dapat lebih aktif dan sering menggunakan ability-nya.

Sejauh ini, Respawn Entertainment menolak berkomentar tentang laporan batalnya game Titanfall Legends.

The Sims 4: Growing Together, Expansion Pack Tema Keluarga

GAMEFINITY.ID, Bandung – Setelah mengumumkan jadwal rilis untuk infant update untuk semua pemain, The Sims 4 kini akan menghadirkan sebuah expansion pack bertema Generations. Expansion pack tersebut akan berjudul Growing Together dan berfokus pada keluarga.

The Sims 4: Growing Together, Expansion Pack yang Berfokus pada Keluarga

Expansion pack ini akan menjadi yang pertama rilis pada tahun 2023. Sebelumnya, Maxis menyebut memiliki rencana merilis dua expansion pack tahun ini. Setelah sebuah teaser expansion pertama muncul pada akhir episode perdana web series Behind the Sims, penggemar dengan mudah menebak keluarga menjadi tema expansion pack ke-13 itu.

Meski sebelumnya sempat bocor menjelang pengumuman resminya, EA dan Maxis akhirnya merilis trailer expansion pack terbaru The Sims 4, Growing Together. Trailer tersebut menunjukkan momen penting dalam pertumbuhan seperti pertama kali cabut gigi susu, belajar berjalan, dan piknik bersama keluarga.

The Sims 4 Growing Together family
The Sims 4: Growing Together mengambil tema keluarga

Gambaran konsep tersebut tentu mengingatkan The Sims 3: Generations, expansion pack sejenis yang berkonsep sama. Kali ini, expansion pack terbaru The Sims 4 itu dikemas lebih modern.

Fitur Baru yang Akan Muncul di Growing Together

Sesuai yang disebut melalui laman resminya, Growing Together akan menampilkan serangkaian fitur baru, mulai dari berbagai furnitur, pakaian, interaksi, hingga sifat infant dan toddler.

The Sims 4 Growing Together infant
Fitur untuk life stage infant akan lebih lengkap di The Sims 4: Growing Together

Infant update memang akan rilis 14 Maret 2023 untuk semua pemain, namun Growing Together diharapkan akan melengkapi fitur khusus life stage baru itu. Expansion pack terbaru tersebut akan menambah pilihan dan kesempatan bagi pemain untuk menyaksikan milestone karakter infant-nya.

Baca juga: The Sims 4 Akhirnya Hadirkan Life Stage Infant Maret Ini

Milestone tersebut akan mengubah cara karakter Sim milik pemain bertumbuh kembang dan mendapat ability yang akan berdampak pada interaksi sosial serta eksplorasi bahkan saat beranjak dewasa. Milestone dapat meliputi mengalami midlife crisis dan pindah ke rumah baru.

Terdapat pula fitur Quirk khusus infant agar berpengaruh pada sifatnya. Quirk tersebut di antaranya Good Appetite, Messy Eater, Happy Spitter, dan lainnya. Setiap infant hanya dapat mendapat 3 dari 18 quirk yang tersedia.

Tidak cukup jika hanya infant yang dapat fitur tersebut, quirk juga akan hadir khusus toddler. Sama seperti infant, terdapat 18 quirk yang tersedia seperti Picky Eater, Aggressive, dan Loves Being Carried.

Beralih ke life stage children. Untuk pertama kalinya semenjak base game­-nya rilis, mereka dapat empat aspiration baru, yaitu Slumber Party Animal, Mind and Body, Playtime Captain and Creative Genius.

Terakhir, The Sims 4: Growing Together menghadirkan sebuah fitur kompabilitas sosial baru yang memperkenalkan cara baru bagi karakter Sim untuk bersosialisasi. Fitur ini akan menghadirkan rasa berbeda bagi setiap karakter Sim, memicu hubungan lebih dalam dan kompleks dengan teman dan keluarganya. Bahkan mereka juga punya preferensi yang menentukan kompabilitas sosial untuk menentukan siapa teman atau musuh.

Aktivitas dan Interaksi Sosial Beserta Item Baru di The Sims 4: Growing Together

Tidak lengkap jika hanya fitur baru yang hadir di sebuah expansion pack. The Sims 4: Growing Together menampilkan aktivitas yang dapat dilakukan setiap karakter Sim, khususnya kalangan infant, toddler, dan anak-anak. Banyak aktivitas yang dapat dieksplorasi di expansion pack ini.

The Sims 4 Growing Together treehouse
Membangun rumah pohon menjadi salah satu aktivitas baru di The Sims 4: Growing Together

Karakter sim dengan life stage children nantinya mampu melakukan sleepover dan membangun rumah pohon. Karakter ber-life stage elder akan mendapat interaksi dengan cara baru pada cucunya. Pihak orangtua juga nantinya dapat merayakan baby shower.

World Baru, San Sequoia

The Sims 4 Growing Together San Sequoia
San Sequoia, kota pantai ramah keluarga

Expansion pack kali ini akan menghadirkan world baru, San Sequoia. World ini merupakan sebuah kota pantai ramah keluarga. Kota ini penuh dengan berbagai open space outdoor yang cocok untuk tempat bermain anak-anak sekaligus piknik bersama keluarga.

The Sims 4 Growing Together San Sequoia activities
Contoh aktivitas di San Sequoia

Banyak aktivitas yang dapat dilakukan di San Sequioa. Selain berpiknik, karakter Sim dapat mengendarai sepeda berkeliling kota, bermain di playground, memancing ikan, menonton film di bioskop, menikmati hidangan di pesisir pantai, mengunjungi perpustakaan penuh buku anak, dan menikmati area splash pad play.

The Sims 4: Growing Together akan rilis pada 16 Maret 2023 di PC, Mac, PlayStation 4, PlayStation 5, Xbox One, dan Xbox Series X|S. Jika melakukan pembelian expansion pack ini sebelum 27 April 2023, pemain berhak mendapat Outdoor Playtime Digital Content yang berisi satu set furnitur unik berupa ayunan, seluncuran, dan infant carrier. Untuk detail lebih lanjutnya, pemain dapat menyaksikan live stream di YouTube dan Twitch resmi The Sims 4 pada 3 Maret 2023 pukul 11:00 waktu Pasifik.

Costume Quest 2, Bertualang demi Selamatkan Halloween

GAMEFINITY.ID, Bandung – Costume Quest 2 merupakan game RPG buatan Double Fine Productions dan dipublikasi oleh Majesco Entertainment. Game ini pertama kali rilis pdaa 7 Oktober 2014 di PC, Mac OS, dan Linux.

Sinopsis Costume Quest 2, Petualangan untuk Selamatkan Halloween

Game ini merupakan sekuel dari Costume Quest, lebih tepatnya mengambil latar waktu setelah expansion Grubbins on Ice. Si kembar Wren dan Reynold kini mendapati Halloween dalam bahaya. Terlebih, mereka menyaksikan Dr. Orel White, seorang dokter gigi, tengah berbicara dengan Time Wizard dan melakukan penjelajahan waktu.

Keduanya bertemu dengan Everett dan Lucy, teman mereka, versi masa depan. Begitu mereka ikut ke masa depan, dunia kini berubah menjadi sebuah distopia di bawah kuasa Dr. White. Saat itu, perayaan Halloween sudah dilarang, begitu pula dengan trick or treat untuk mendapat permen dan mengenakan kostum.

Wren dan Reynold kini harus menjelajahi waktu demi menyelamatkan Halloween dan mengalahkan Dr. White.

Gameplay Costume Quest 2 (5/10)

Costume Quest 2 sendiri merupakan turn-based RPG yang dapat diselesaikan kurang lebih 7-9 jam. Awalnya, pemain akan memilih di antara Wren dan Reynold sebagai sosok pemimpin. Pemain juga dapat mengakses masa lalu dan masa depan. Masa lalu merupakan waktu sebelum pendirian kampung halaman mereka, sementara masa depan berupa dunia distopia dental.

Gameplay Costume Quest 2 ini kebanyakan berfokus pada eksplorasi, terutama menyelesaikan misi, baik itu trick or treat demi melakukan delivery untuk mendapat misi berikutnya. Pemain juga akan berhadapan dengan monster raksasa sebagai versi gigantic dari si kembar berdasarkan kostum yang mereka gunakan.

Costume Quest 2 combat system
Battle system di Costume Quest dapat dikatakan sangat menyebalkan

Sistem combat di game ini menggunakan turn based. Satu per satu karakter yang dikendalikan pemain akan bergiliran menyerang atau menggunakan kartu creepy treats sebagai power up. Karakter pemain juga harus bertahan dari serangan monster menggunakan menggunakan block atau counter.

Namun, sistem combat di Costume Quest 2 seperti ini sangat menjengkelkan. Saat menyerang, pemain harus menekan tombol sesuai dengan karakter tersebut dengan timing tepat demi damage maksimal, begitu pula dengan block demi meminimalkan damage dari monster.

Saat melakukan counter, pemain harus menekan tombol terus saat monster sedang menyerang. Ini menjadi sangat mengganggu karena pada dasarnya tidak ada isyarat target serangan monster hingga saat itu terjadi.

Terlebih lagi, instruksi beberapa misi cenderung tidak jelas sampai harus berkeliling demi mencari tahu. Ini menjadi momen yang menyebalkan saat bermain game ini.

Control (6/10)

Kontrol di Costume Quest 2 terdapat pergerakan navigasi dan juga untuk membuka semacam jurnal sebagai daftar misi, pemilihan kartu creepy treats, dan peta. Setidaknya ini menjadi standar dalam kontrol. Hal yang kurang hanyalah sering sekali lupa memencet tombol apa untuk mengecek jurnal hingga berakhir memencet tombol esc yang justru merupakan tombol pause.

Graphics (7/10)

Costume Quest 2 visual
Visual di Costume Quest relatif kurang terpoles

Grafik di game ini mengandalkan cel-shaded dan bergaya kartun 3D. Namun, grafik ini hanya standar dan terlihat kurang terpoles, apalagi setiap karakternya. Setidaknya, penggambaran latar tempat sudah cukup bagus, begitu pula dengan objeknya.

Music (6/10)

Saking menyebalkannya selama bermain Costume Quest 2, musiknya menjadi cukup terlupakan. Saat battle saja, musik yang disajikan cukup repetitif hingga mudah bosan.

Addictive (5/10)

Berdasarkan yang sudah disebutkan sebelumnya, game ini menjadi sangat menjengkelkan, terutama dari segi sistem combat-nya. Terlebih lagi setiap side quest sangat tidak bervariasi, membuat Costume Quest 2 lebih cepat membuat bosan. Setidaknya, game ini memiliki misi utama yang cukup menyenangkan hingga ingin cepat menyelesaikannya. Meski begitu, kurangnya instruksi mendetail pada beberapa misi membuat sangat frustrasi.

Baca juga: Epistory Typing Chronicles, Andalkan Ketikan sebagai Combat

Verdict untuk Costume Quest 2

Costume Quest 2 memang memiliki visual kartun yang cocok untuk pemain game kalangan muda. Tema Halloween juga berpotensi mengundang pemain berusia anak-anak. Akan tetapi, gameplay-nya yang menyebalkan justru membuat game RPG ini menjadi titik rendahnya. Belum lagi side quest yang cukup repetitive hingga ingin cepat segera menamatkannya.

Untuk Costume Quest 2, total score yang dapat penulis berikan adalah 5,8.

Costume Quest 2 tersedia di PC, Mac OS, Linux, PlayStation 3, PlayStation 4, Xbox 360, Xbox One, dan Wii U.

Kejutan Menanti di Roadmap Among Us 2023, juga Map Baru

GAMEFINITY.ID, Bandung – Innersloth mengungkap roadmap Among Us 2023 mendatang yang memiliki kejutan baru. Setelah hadirkan mode Hide n Seek dan fitur friend list tahun lalu, pihaknya menjanjikan banyak hal untuk tahun ini. Salah satu rencana besarnya adalah perubahan UI/UX dan map baru.

Rencana Innersloth Menurut Roadmap Among Us 2023

Meski popularitas Among Us tidak semasif saat awal pandemi COVID-19, Innersloth masih serius menggarap dan memastikan masa depannya aman. Tim pengembang telah menerapkan berbagai perubahan sejak saat itu, mulai dari role baru, hadirnya Cosmicubes sebagai sejenis battle pass, hingga mode Hide n Seek.

Among Us 2023 roadmap
Roadmap Among Us untuk tahun 2023

Tim pengembang menjelaskan rencana mereka selanjutnya melalui roadmap Among Us selama tahun 2023 melalui laman blognya. Pertama, mereka akan mengubah UI dan UX game-nya. Mereka menyebut perubahan tersebut akan membuat pemain lebih mudah mengakses menu dalam game.

“Membersihkan alur merging akun, memperbaharui store agar dapat dinavigasi lebih praktis, membuat lebih mudah untuk melaporkan pemain toxic… ini adalah semua yang ingin kami kerjakan, dan lainnya,” ungkap tim pengembang.

Innersloth juga menjanjikan sistem matchmaking yang lebih baik agar setiap pemain mendapat pengalaman bermain sebagai spacebean lebih nyaman. Keputusan ini mereka lakukan menyusul hadirnya mode Hide n Seek, role baru, dan kustomisasi lobbies. Ditambah, mereka ingin memperbaiki sistem quickchat agar lebih mudah diakses.

Kolaborasi turut menjadi salah satu rencana dari roadmap tersebut, terutama dengan franchise game lain. Sayangnya, belum banyak diketahui tentang hal ini, tapi Innersloth memastikan pemain akan sangat heboh saat mendengar detail kolaborasi tersebut untuk pertama kalinya.

Baca juga: Among Us Umumkan Kolaborasi Dengan Hololive

Akan Ada Map Baru!

Terakhir, Among Us akan kedatangan map kelima. Benar, mereka sedang membuat map baru yang akan hadir tahun ini. Meski masih enggan mengungkap lebih lengkapnya, pemain akan melakukan jenis task baru yang harus dikerjakan dan juga berbagai kejutan menyenangkan lainnya.

“Kami menaruh banyak sekali rasa sayang kami pada proses mendesain map ini – kamu akan menyadari semua map kami memiliki detail kecil agar terasa memuaskan dan menyenangkan saat bermain, kalau kalian memperhatikannya. Kami tidak ingin membocorkan segalanya, jadi kami sangat bersemangat untuk mempersiapkan map ini untuk kalian agar bisa memainkannya nanti tahun ini,” tulis tim pengembang.

Pihak Innersloth juga ingin melakukan banyak hal lain, namun mereka tidak bisa menjaminnya. Pengembangan dari ide-ide tersebut akan dilakukan jika mereka mendapat waktu tambahan.

Semenjak hadirnya role baru dan mode Hide n Seek, Among Us kini memiliki cara baru bagi pemain untuk menikmatinya. Diharapkan rencana ini akan semakin mengembangkan game besutan Innersloth itu ke tahap selanjutnya.

Deretan Proyek Roadmap DC Universe Baru yang Layak Ditunggu

GAMEFINITY.ID, Bandung – Setelah lama ditunggu-tunggu, Co-CEO DC Studios, James Gunn dan Peter Safran akhirnya mengungkap roadmap DC Universe baru. Universe yang telah di-reset dari DC Extended Universe itu akan berisi berbagai proyek film dan serial TV dalam jangka delapan sampai 10 tahun.

Tahap Pertama dalam Roadmap DC Universe Baru, Chapter I: Gods and Monsters

Roadmap DC Universe new
Berbagai proyek film dan serial TV DC Universe direncanakan sebagai bagian dari Chapter I: Gods and Monsters

Gunn dan Safran mengungkap roadmap untuk tahap pertama dari DC Universe baru mereka. Judul dari tahap pertama DC Universe akan berjudul Gods and Monsters. Secara harfiah, mereka telah mengulang timeline di universe itu dari awal. Ia sudah mendepak Dwayne Johnson sebagai Black Adam dan Henry Cavill sebagai Superman. Ditambah, ia membatalkan proyek dari DCEU seperti Wonder Woman 3 karya Patty Jenkins.

“Kami berjanji semua dari proyek pertama kami akan menjadi satu,” ungkap Gunn.

Chapter I: Gods and Monsters akan berjalan dari 2025 hingga 2027. Berikut adalah proyek film dan serial TV yang sudah direncanakan oleh DC Studios. Semua filmnya akan rilis di bioskop, sementara semua serial TV-nya akan tayang di HBO Max.

Proyek Film Roadmap DC Universe Chapter I

  • Superman: Legacy: Digadang-gadang sebagai awal baru dari DCU. Film ini akan ditulis oleh James Gunn sendiri dan rilis di bioskop pada 11 Juli 2025. Film ini berfokus pada cerita Clark Kent yang harus menyeimbangkan sifat manusia sekaligus kekuatan warisan Kryptonian.
  • The Authority: Berdasarkan karakter dari imprint Wildstorm yang pertama kali diintegrasikan ke DCU. Gunn menyebut proyek ini sebagai passion project-nya. Ia mengaku karakter-karakter tersebut akan membagikan perspektif berbeda bagi superhero.
  • The Brave and the Bold: Berdasarkan serial komik Batman karya Grant Morrison. Proyek film tersebut akan bercerita tentang Bruce Wayne dan putra aslinya Damian Wayne. Film ini juga akan memperkenalkan anggota Bat family
  • Supergirl: Woman of Tomorrow: Berdasarkan komik karya Tom King. Gunn mengaku Supergirl versi ini akan menjadi sosok yang berbeda daripada biasanya.
  • Swamp Thing: Proyek ini akan menjadi sebuah cerita horor yang sangat kelam. Film ini akan berfokus pada origin story untuk Swamp Thing.

Proyek Serial TV DCU Chapter I

  • Creature Commandos: Sebuah serial animasi yang akan menjadi serial TV pertama DCU. Gunn, selaku penulis naskah, mengaku serial ini akan dibintangi oleh pengisi suara yang dapat berperan di versi live action-nya kelak.
  • Waller: Spin-off dari serial live action Peacemaker yang sudah tayang di HBO Max. Viola Davis dipastikan akan kembali memerankan Amanda Waller dari Suicide Squad di serial live action Cristal Henry beserta kreator Doom Patrol Jeremy Carver akan menjadi penulis naskahnya.
  • Lanterns: Serial live action berdasarkan Green Lantern yang bakal tayang di HBO Max. Disebut terinspirasi dari True Detective di HBO, serial ini akan berfokus pada Hal Jordan dan John Stewart.
  • Paradise Lost: Bakal tayang di HBO Max, serial ini akan bercerita tentang Themyscira, rumah kaum Amazon sekaligus tempat kelahiran Wonder Woman. Serial ala Game of Thrones ini akan berlatar waktu sebelum kelahiran Diana (Wonder Woman).
  • Booster Gold: Serial ini akan berfokus pada seorang “pecundang” dari masa depan yang menggunakan teknologi canggih untuk kembali ke masa kini dan berpura-pura menjadi superhero.

Film The Flash Akan Me-reset Timeline di DC Universe

The Flash Ezra Miller reset di Roadmap DC Universe
The Flash (2023) akan me-reset timeline di DC Universe

Menanggapi pertanyaan cara proyek DC Extended Universe agar menyatu dengan rencana DC Studios ke depannya, The Flash, film yang akan rilis 16 Juni 2023, menjadi reset besar pada timeline di DC Universe. Film The Flash sendiri tetap akan rilis meski tercemar oleh kontroversi di balik aktor utamanya Ezra Miller.

Selain The Flash, terdapat setidaknya tiga film lain dari DC Extended Universe yang akan rilis di bioskop. Ketiga film itu antara lain Shazam! Fury of the Gods (rilis 17 Maret 2023), Blue Beetle (rilis 18 Agustus 2023), dan Aquaman and the Lost Kingdom (rilis 25 Desember 2023).

Gunn mengaku franchise media DC sangat berantakan dan terpisah. Ada Arrowverse yang tayang di The CW, DC Extended Universe, dan Reeves-verse (The Batman (2022)). Ditambah, trilogi The Batman karya Matt Reeves masih akan berlanjut meski The Brave and the Bold akan menjadi bagian dari DC Universe. The Batman II dari Reeves-verse dijadwalkan rilis 3 Oktober 2025.

Baca juga: The Last of Us HBO Resmi Bakal Lanjut ke Season 2!

“DCU itu multiverse, tapi kami akan berfokus pada satu universe dari sebuah multiverse. Kalau satu hal bukan dari DCU, kami akan menjelaskannya. Jadi konten dewasa seperti Joker karya Todd Phillips atau animasi anak seperti Teen Titans Go, kami memastikan proyek-proyek tersebut merupakan DC Elseworlds,” tutur Safran.

Secara keseluruhan, DC Universe akan terdiri dari dua film dan dua serial original HBO Max per tahunnya. Semua direncanakan dalam jangka waktu delapan hingga sepuluh tahun. Seluruh aktor yang terlibat di film dan serial TV-nya akan menandatangani kontrak selama 10 tahun.